26 October 2021, 15:45 WIB

Jokowi Ajak ASEAN Perkuat Aspek Kesehatan di Kawasan


Andhika Prasetyo | Internasional

PRESIDEN Joko Widodo mengajak para pemimpin ASEAN untuk melakukan sejumlah langkah percepatan dan penguatan di bidang kesehatan.

Upaya tersebut wajib dilakukan demi mewujudkan kekebalan komunal. Serta, sebagai aksi pencegahan jika terjadi pandemi lain yang melanda kawasan di masa mendatang.

Hal itu disampaikan Jokowi, sapaan akrabnya, dalam perhelatan KTT ASEAN ke-38 yang digelar secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor. Secara konkret, ada dua strategi yang ditawarkan Kepala Negara.

Baca juga: Presiden: Ekonomi ASEAN Harus Tumbuh Bersama

Adapun yang pertama ialah percepatan vaksinasi covid-19. Saat ini, baru empat negara ASEAN yang sudah memberikan dua dosis vaksin kepada lebih dari 50% penduduk. Secara keseluruhan, tingkat vaksinasi lengkap di Asian Tenggara masih 10% di bawah rata-rata dunia.

"ASEAN harus terus melakukan pembelian vaksin untuk anggotanya. Terus memerangi diskriminasi dan politisasi vaksin. Menyuarakan pentingnya kesetaraan akses vaksin bagi semua," tegas Jokowi, Selasa (26/10).

Kedua, lanjut Presiden, pentingnya penguatan arsitektur kesehatan kawasan. Harmonisasi kebijakan darurat kesehatan antarnegara ASEAN, mencakup deteksi, mitigasi dan 'cross border policy', harus segera dilakukan.

Baca juga: Malaysia Dukung Penuh KTT ASEAN Tanpa Myanmar

Salah satu program yang dapat diandalkan adalah ASEAN Response Fund. Kebijakan tersebut harus ditransformasikan menjadi pembiayaanan kesehatan kawasan. Terutama, untuk mendanai akses alat kesehatan, diagnostik, obat-obatan dan vaksin di masa darurat.

"ASEAN harus didorong menjadi hub produksi alat kesehatan, diagnostik, obat-obatan dan vaksin kawasan. Ini untuk menjamin pasokan kebutuhan negara ASEAN saat terjadi darurat kesehatan publik," imbuh Jokowi.

Keberhasilan dalam bidang kesehatan dikatakannya akan membuka pintu kesuksesan di bidang perekonomian. Sehingga, ADB Outlook 2021 yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi ASEAN sebesar 5% pada 2022, tentu bisa dengan mudah terwujud.(OL-11)

BERITA TERKAIT