26 October 2021, 15:12 WIB

Hong Kong Perketat Lagi Pembatasan Perjalanan


Nur Aivanni | Internasional

OTORITAS Hong Kong kembali memperketat pembatasan perjalanan di masa pandemi covid-19, agar lebih sesuai dengan aturan di Tiongkok. 

Pengumuman itu muncul di tengah kekhawatiran kalangan pengusaha bahwa wilayah itu akan terputus dari akses global. Apalagi, dengan adanya ketentua wajib karantina dengan prosedur ketat dibandingkan yurisdiksi mana pun.

Sebagian besar pendatang dari luar negeri harus menjalani karantina di hotel selama 14-21 hari. Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam mengatakan wilayahnya akan melangkah lebih jauh, ketika pihaknya mencoba membujuk pemimpin Tiongkok untuk memulihkan perjalanan dengan daratan.

Baca juga: Tiongkok Waspada Kembalinya Penyebaran Virus Korona

"Kami akan segera mengumumkan bahwa sebagian besar pengecualian karantina, yang diberikan kepada pendatang dari luar negeri dan Tiongkok, akan dibatalkan," jelas Lam. 

Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa hanya pekerja di sektor prioritas, seperti pengemudi truk lintas batas yang diizinkan, dapat melakukan perjalanan bebas karantina. Saat ini, Hong Kong mengizinkan kelompok tertentu untuk melewati masa karantina atau mengisolasi diri di rumah. 

Kelompok yang dimaksud mencakup diplomat dan pemimpin bisnis, serta beberapa penduduk Tiongkok dengan kartu penduduk Hong Kong. Akan tetapi, Lam tidak merinci kategori mana yang akan dibatalkan pengecualiannya.

Baca juga: Hari Nasional Tiongkok, Hong Kong Kerahkan 8.000 Polisi

Pada Bulan lalu, bintang Hollywood Nicole Kidman diizinkan melewati karantina untuk syuting acara televisi. Namun, keputusan itu memicu kemarahan publik yang meluas.

Sebelumnya, Lam menggambarkan pembukaan kembali ke Tiogkok lebih penting, jika dibandingkan pemulihan hubungan perjalanan internasional Hong Kong. Dia menjelaskan bahwa Tiongkok mengharapkan Hong Kong untuk meniru aturan pembatasan ketat di wilayahnya.

"Kami terjebak dalam dilema, karena untuk melanjutkan beberapa perjalanan bebas karantina dengan Tiongkok, kami harus memastikan praktik bebas covid, yang harus sesuai dengan praktek di sana," pungkas Lam.

Komunitas bisnis Hong Kong kecewa dengan kebijakan otoritas. Mengingat, pusat keuangan dunia lainnya, seperti Singapura, Tokyo, London dan New York, sudah dibuka kembali.(AFP/OL-11)
 

BERITA TERKAIT