24 October 2021, 17:15 WIB

Taiwan-AS Bahas Soal Partisipasi Taiwan di PBB


Nur AivanniĀ  | Internasional

PEJABAT Taiwan dan Amerika Serikat telah membahas bagaimana Taiwan dapat berpartisipasi secara berarti di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) hanya beberapa hari sebelum Presiden Tiongkok Xi Jinping akan memberikan pidato untuk menandai setengah dekade negaranya sejak bergabung dengan badan global tersebut.

Taiwan, yang menggunakan nama resminya Republik Tiongkok, memegang kursi Tiongkok di PBB sampai 25 Oktober 1971, ketika terpilih sebagai wakil negara yang mendukung Republik Rakyat Tiongkok, yang telah memenangkan perang saudara pada tahun 1949 dan memaksa pemerintah republik itu untuk melarikan diri ke pulau itu.

Baca juga: Utusan AS Desak Korea Utara Hentikan Uji Coba Rudal

Tiongkok mengatakan bahwa Taiwan adalah salah satu provinsinya, sehingga memiliki hak tunggal untuk mewakili Taiwan secara internasional. Pemerintah yang dipilih secara demokratis di Taipei mengatakan hanya mereka yang memiliki hak itu.

Dalam sebuah pernyataan pada Sabtu malam (23/10), Departemen Luar Negeri AS mengatakan para pejabat AS dan Taiwan telah bertemu secara virtual pada Jumat untuk diskusi yang berfokus pada mendukung kemampuan Taiwan untuk berpartisipasi secara berarti di PBB.

"Para peserta AS mengulangi komitmen AS untuk partisipasi berarti Taiwan di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim dan membahas cara-cara untuk menyoroti kemampuan Taiwan untuk berkontribusi pada upaya dalam berbagai masalah," tambahnya.

Dikatakan Departemen Luar Negeri, para peserta tersebut termasuk Penjabat Departemen Luar Negeri Wakil Asisten Sekretaris untuk Organisasi Internasional Hugo Yon, Wakil Asisten Sekretaris untuk Tiongkok, Taiwan, dan Mongolia Rick Waters, dan wakil duta besar de facto Taiwan di Washington, Wang Liang-yu.

Kementerian Luar Negeri Taiwan berterima kasih kepada AS atas dukungan kuatnya. Xi akan berbicara pada peringatan 50 tahun pada hari Senin tentang apa yang disebut Tiongkok sebagai pemulihan kursinya yang sah di PBB.

Taiwan sangat marah karena ketidakmampuannya untuk sepenuhnya mengakses WHO selama pandemi covid-19, meskipun Tiongkok dan WHO mengatakan pulau itu telah diberikan bantuan yang dibutuhkannya. (Straits Times/Nur/OL-6)

BERITA TERKAIT