19 October 2021, 11:45 WIB

Kasus Covid-19 Meroket, Latvia Berlakukan Lockdown


Basuki Eka Purnama | Internasional

PERDANA Menteri Latvia Krisjanis Karins, Senin (18/10), mengatakan negara Baltik itu akan memberlakukan lockdown selama satu bulan seiring meningkatnya kasus covid-19 dan buruknya tingkat vaksinasi di negara itu.

"Saya meminta maaf kepada semua warga yang telah divaksin karena pembatasan ini berlaku untuk semua orang," ujar Karins kepada wartawan setelah pertemuan kabinet selama 10 jam.

"Saat ini, masih terlalu banyak orang yang belum divaksin yang tertular covid-19 dan meninggal dunia di rumah sakit," lanjutnya.

Baca juga: FDA Berencana Izinkan Warga Dapatkan Vaksin Penguat yang Berbeda

Lockdown itu akan berlaku mulai Kamis (21/10) hingga 15 November yang mencakup jam malam mulai pukul 20.00 hingga pukul 05.00 berlaku pada salon, bioskop, teater, dan gedung konser. Selain itu, restoran tidak boleh melayani makan di tempat.

Hanya toko yang menjual bahan makanan dan kebuuthan pokok lainnya yang diizinkan buka saat mayoritas warga diwajibkan kerja di rumah, kecuali pekerja konstruksi, transportasi, dan bidang lain yang tidak bisa bekerja di rumah.

Sekolah juga akan dilakukan secara daring meski pelajar taman kanak-kanak dan SD hingga kelas 3 masih belajar secara langsung.

Di negara berpenduduk 1,9 juta jiwa itu, kurang dari separuhnya telah mendapatkan vaksin covid-19 lengkap sehingga angka kejadian infeksi covid-19 melonjak selama sebulan terakhir.

Dalam sepekan terakhir tercatat 1.253 kasus baru covid-19 dan tujuh kematian akibat covid-19.

Akibatnya, rumah sakit di Latvia berhenti merawat pasien kanker dan penyakit lain untuk fokus pada pasien covid-19. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT