18 October 2021, 22:00 WIB

Serangan Koalisi Saudi Tewaskan 1.100 Pemberontak Yaman dalam Sepekan


Mediaindonesia.com | Internasional

KOALISI pimpinan Arab Saudi di Yaman, Senin (18/10), mengatakan telah membunuh 150 pemberontak Huthi di dekat kota strategis Marib. Ini meningkatkan jumlah korban tewas pemberontak menjadi lebih dari 1.100 dalam seminggu.

"Serangan udara itu menghancurkan 13 kendaraan militer dan membunuh 150 elemen teroris di Abdiya dalam 24 jam terakhir," kata koalisi dalam suatu pernyataan yang disiarkan oleh badan resmi SPA. Huthi yang didukung Iran jarang mengomentari kerugian dan jumlah korban tidak dapat diverifikasi secara independen oleh AFP.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Senin, pemimpin pemberontak Abdelmalek al-Huthi menyerukan pertempuran lanjutan, ketika puluhan ribu pendukung berbaris di kota-kota yang dikuasai oleh pemberontak.

Itu terjadi sehari setelah Huthi mengumumkan di Twitter bahwa mereka telah maju di beberapa front di sekitar Marib, termasuk Abdiya. Koalisi mengatakan sedang menggempur para pemberontak di tempat tersebut.

Huthi memulai dorongan besar untuk merebut Marib, benteng terakhir pemerintah yang diakui secara internasional di Yaman utara yang kaya minyak, pada Februari, dan telah memperbarui serangan mereka sejak September setelah jeda.

Perang saudara Yaman dimulai pada 2014 ketika Huthi merebut ibu kota Sanaa, 120 kilometer barat Marib. Ini mendorong pasukan pimpinan Saudi untuk campur tangan untuk menopang pemerintah pada tahun berikutnya.

Puluhan ribu orang tewas dan jutaan orang kehilangan tempat tinggal. Ini disebut PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Baca juga: AS Diskusi tentang Perang Yaman dengan Pangeran Mahkota Saudi

PBB pekan lalu menyerukan penghentian pertempuran di Abdiya. Dikatakan pergerakan bantuan kepada puluhan ribu orang telah sangat dibatasi. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT