14 October 2021, 21:18 WIB

Iran Ingatkan Israel tidak Ambil Langkah Militer Berisiko


Mediaindonesia.com | Internasional

IRAN memperingatkan Israel dalam surat kepada Kepala Dewan Keamanan PBB, Kamis (14/10), terhadap setiap serangan terhadap fasilitas nuklirnya. Ini dinyatakan Iran setelah musuh bebuyutannya itu menyatakan haknya untuk menggunakan kekuatan.

"Kami memperingatkan rezim Zionis terhadap kesalahan perhitungan atau langkah militer berisiko yang menargetkan Iran dan program nuklirnya," tulis duta besar Iran untuk PBB Majid Takht Ravanchi dalam surat yang diterbitkan oleh kantor berita Tasnim.

Dia menuduh Israel mengambil ancaman provokatif dan petualang ke tingkat yang mengkhawatirkan. "Ancaman sistematis dan eksplisit oleh rezim Zionis membuktikan bahwa ia bertanggung jawab atas serangan teroris terhadap program nuklir damai (Iran) di masa lalu".

Berbicara bersama Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, Rabu, Menteri Luar Negeri Yair Lapid mengatakan bahwa Israel berhak menggunakan kekuatan untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. Dia menambahkan bahwa sebagai putra korban Holocaust, dia dan Blinken tahu ada saat-saat ketika negara harus menggunakan kekuatan untuk melindungi dunia dari kejahatan.

Blinken mengatakan, "Kami terus percaya bahwa diplomasi merupakan cara yang paling efektif. Kami siap untuk beralih ke opsi lain jika Iran tidak mengubah arah.

Pernyataan itu muncul di tengah dorongan untuk melanjutkan pembicaraan tentang menghidupkan kembali kesepakatan nuklir yang bermasalah antara Iran dan negara-negara besar yang telah mendukung kehidupan sejak 2018, ketika presiden AS saat itu Donald Trump secara sepihak menarik diri.

Presiden AS Joe Biden, yang menjabat pada Januari, telah mengisyaratkan kesediaan untuk kembali ke kesepakatan 2015, yang memberi Iran keringanan sanksi ekonomi dengan imbalan batasan yang jelas pada kegiatan nuklirnya.

Israel dengan keras menentang kebangkitan kesepakatan itu.

Baca juga: AS, UE, Israel Ambil Sikap Keras Terhadap Iran

Utusan Uni Eropa yang ditugasi mengoordinasikan pembicaraan mengenai kesepakatan itu. Enrique Mora bertemu dengan wakil menteri luar negeri Ali Bagheri di Teheran pada Kamis. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT