14 October 2021, 11:23 WIB

Presiden Brasil Tidak Mau Divaksin Covid-19


Nur Aivanni | Internasional

PRESIDEN Brasil Jair Bolsonaro telah mengonfirmasi bahwa dia tidak akan divaksin covid-19, setelah sebelumnya mengatakan dia akan menjadi orang Brasil terakhir yang melakukannya.

Pemimpin sayap kanan itu telah menimbulkan kontroversi atas penanganannya terhadap pandemi virus korona dan karena awalnya meremehkan keseriusan virus tersebut, meskipun dia sendiri yang tertular.

"Saya sudah memutuskan untuk tidak divaksin. Saya sedang melihat studi baru, saya sudah mendapatkan imunisasi tertinggi, mengapa saya harus divaksin?" kata pria berusia 66 tahun itu pada Selasa malam (12/10) dalam sebuah wawancara dengan radio Jovem Pan.

Baca juga: Di Jepang, Kasus Bunuh Diri Anak Cetak Rekor Selama Pandemi

Bolsonaro sebelumnya mengklaim vaksin Pfizer dapat mengubah manusia menjadi buaya karena efek sekunder.

Sejak tertular covid-19 pada Juli 2020, Bolsonaro telah berulang kali mengklaim bahwa tes menunjukkan dia memiliki sejumlah besar antibodi untuk melawan virus dan karenanya tidak perlu divaksin, sesuatu yang dibantah oleh para ahli.

Bolsonaro juga sangat menentang kartu kesehatan, yang diberikan kepada mereka yang divaksin, yang diperlukan oleh beberapa kota besar Brasil untuk mengakses ruang publik tertentu.

"Bagi saya, kebebasan datang sebelum segalanya. Jika seorang warga negara tidak ingin divaksin, itu haknya dan itulah akhirnya," kata Bolsonaro kepada Jovem Pan.

Hampir 100 juta dari 213 juta populasi Brasil sepenuhnya divaksin covid-19, sementara 50 juta lainnya memiliki satu dosis.

Pekan lalu, negara itu melampaui 600.000 kematian akibat covid-19, jumlah kematian terburuk kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

Penolakan Bolsonaro untuk divaksin juga mengundang kritik dari luar negeri, terutama pada September ketika dia melakukan perjalanan ke New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB. (AFP/H-3)

BERITA TERKAIT