14 October 2021, 09:30 WIB

AS Tegaskan Siap Gempur Iran Jika Diplomasi Gagal


Basuki Eka Purnama | Internasional

PEMERINTAH Amerika Serikat (AS), Rabu (13/10), mengatakan mereka bisa memilih jalur kekerasan jika diplomasi gagal mendesak Iran menghentikan program nuklir mereka. Hal itu senada dengan ancaman yang sebelumnya dilontarkan Israel.

Seiring mandeknya perundingan dengan Iran, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengungkapkan rasa frustasinya kala pertemuan tiga pihak dengan Israel dan Uni Emirat Arab.

Blinken kembali menyuarakan tawaran Biden untuk kembali ke kesepakatan nuklir 2015, yang dimentahkan mantan presiden AS Donald Trump yaitu Iran memangkas aktivitas nuklir mereka dengan imbalan pencabutan sanksi.

Baca juga: Iran Klaim Sukses Tes Pertahanan Antirudal untuk Situs Nuklir

"Kami masih yakin diplomasi adalah cara terbaik," ujar Blinken.

"Namun, butuh dua pihak untuk melakukan diplomasi dan kami tidak melihat niat baik Iran hingga saat ini."

"Kami siap beralih ke opsi lain jika Iran tidak mengubah arah mereka," tegasnya.

Meski Blinken tidak menjelaskan, Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid menegaskan, "Saya rasa semua orang paham. Di sini, di Israel dan di Uni Emirat Arab, serta di Teheran, semua paham apa artinya itu."

Lapid kemudian menegaskan, "Semua orang paham bahwa negara harus siap menggunakan kekuatan untuk melindungi dunia dari kejahatan."

"Jika rezim teror akan memiliki senjata nuklir, kita harus bertindak. Kita harus menegaskan kepada dunia bahwa kita tidak akan tinggal diam."

"Israel memiliki hak untuk bertindak. Itu bukan hanya hak kami namun juga tanggung jawab kami," tegasnya. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT