14 October 2021, 08:15 WIB

Bolsonaro Putuskan tidak Divaksin


Basuki Eka Purnama | Internasional

PRESIDEN Brasil Jair Bolsonaro memutuskan dirinya tidak akan divaksin covid-19 setelah sebelumnya mengatakan dirinya akan menjadi warga Brasil terakhir yang divaksin.

Pemimpin sayap kanan itu kerap memicu kontroversi karena penanganannya terhadap pandemi covid-19 serta sikapnya yang meremehkan penyakit itu meski dirinya pernah tertular.

"Saya memutuskan tidak akan divaksin. Saya telah melihat penelitian terbaru. Saya telah mendapatkan imunitas tertinggi sehingga mengapa saya perlu divaksin?" ujar presiden berusia 66 tahun, Selasa (12/10) malam dalam wawancara dengan raido Jovem Oan.

"Itu sama saja dengan bertaruh 10 reais pada lotere untuk memenangkan dua reais. Tidak masuk akal," lanjutnya.

Baca juga: Pembatasan Sosial di Sydney Dilonggarkan Lebih Awal

Bolsonaro kerap membuat pernyatan-pernyataan kontroversial, salah satunuya adalah menyebut vaksin covid-19 Pfizer memiliki efek samping mengubah manusia menjadi buaya.

Sejak tertular covid-19 pada Juli 2020, Bolsonaro berulang kali mengklaim tes menunjukkan dirinya memiliki sejumlah besar antibodi untuk memerangi virus korona sehingga dirinya tidak perlu lagi divaksin.

Bolsonaro juga menentang keras paspor kesehatan, yang diberikan kepada waga yang telah divaksin. Paspor itu bersifat wajib di sejumlah kota di Brasil untuk masuk ke sejumlah fasilitas publik.

"Bagi saya, kebebasan berada di atas segalanya. Jika warga tidak mau divaksin itu adalah hak dia," tegas Bolsonaro.

Hampir 100 juta warga dari 213 juta warga Brasil telah divaksin penuh sementara 50 juta lainnya telah menerima dosis pertama.

Pekan lalu, Brasil melewati angka 600 ribu kematian covid-19, angka kematian kedua terburuk di dunia setelah Amerika Serikat. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT