14 October 2021, 08:00 WIB

Ayah Balita yang Tembak Mati Ibunya Saat Zoom Ditahan


Basuki Eka Purnama | Internasional

AYAH dari balita berusia 2 tahun yang menembak mati ibunya saat sang ibu sedang rapat Zoom telah ditahan karena dianggap gagal mengamankan senjata api miliknya dari raihan sang anak.

Veondre Avery, 22, yang didakwa melakukan pembunuhan tidak sengaja dan agal menyimpan senjata api dengan benar, ditahan pada Selasa (12/10).

Avery menyimpan senjata apinya dalam keadaan terisi dan tidak dikunci di ransel bergambar serial televisi Paw Patrol.

Baca juga: Teror Panah di Norwegia, Sejumlah Orang Tewas

Ibu anaknya, Shamaya Lynn, 21, ditembak pada 11 Agustus saat sedang rapat Zoom.

Dalam sambungan telepon kepada 911, salah satu rekan kerja Lynn berkata, "Salah seorang rekan kami tidak sadarkan diri, dia berdarah. Kamerannya menyala dan anaknya terdengar menangis."

Avery, yang saat pasangannya tertembak sedang tidak ada di tempat juga menghubungi 911.

Saat petugas tiga di lokasi, mereka menemukan Avery berusaha menyelamatkan pasangannya di apartemen mereka di Altamonte Springs, dekat Orlando. Perempuan itu kemudian dinyatakan tewas di tempat.

Pembunuhan tidak disengaja oleh anak-anak kerap terjadi di Amerika Serikat (AS). Akhir September lalu seorang anak berusia 2 tahun tewas setelah menembak dirinya sendiri setelah menemukan pistol di dalam ransel kerabatnya.

"Setiap tahunnya, ratusan anak di AS mendapatkan senjata api terisi dan tidak dikunci di dalam lemari, laci, ransel dompet, atau di tempat terbuka," ujar lembaga advokasi keamanan senjata api Everytown For Gun Safety.

Menurut organisasi itu, pembunuhan tidak sengaja oleh anak-anak menyebabkan 879 kematian sejak 2015. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT