14 October 2021, 05:45 WIB

Oposisi Cile Ingin Makzulkan Pinera karena Terkait Pandora Papers


Basuki Eka Purnama | Internasional

KELOMPOK oposisi Cile, Rabu (13/10), memulai upaya pemakzulan terhadap Presiden Sebastian Pinera terkait penjualan kontroversial perusahaan tambang melalui sebuah perusahaan milik putranya, yang namanya muncul di Pandora Papers.

"Pinera menggunakan jabatannya untuk kepentingan bisnis pribadi," tuding anggota Kongres Cile Tomas Hirsch ketika mengungkapkan tudingan tehadap Pinera di majelis rendah Kongres, langkah pertama proses pemakzulan yang bisa berlangsung selama beberapa pekan.

Langkah itu diambil kelompok oposisi setelah kejaksaan Cile, pada 8 Oktober, membuka penyelidikan tehadap proses penjualan perusahaan tambang Dominga pada 2010, di masa jabatan pertama Pinera.

Baca juga: Patung Kristus Penebus di Rio de Janeiro Rayakan Usia ke-90

Penyelidikan itu dipicu oleh bocornya data Pandora Papers, sejumlah besar laporan berisi kekayaan tersembunyi para pemimpin dunia yang dilaporkan Konsorsium Wartawan Internasional (ICIJ).

Pinera, yang merupakan salah satu orang terkaya di Cile, membantah tuduhan tersebut dan menegaskan masalah itu telah selesai dalam penyelidikan pada 10`7.

Saat kejaksaan membuka penyelidikan itu, pekan lalu, Pinera mengatakan dia optimistis pengadilan akan kembali mengofirmasi bahwa dirinya tidak bersalah.

Kini, Majelis Rendah Cile, yang dikendalikan kelompok oposisi akan menentukan apakah akan menerima upaya pemakzulan terhadap Pinera dengan voting pertama kemungkinan besar dilakukan pada awal November,

Jika disetujui, kasus itu akan dibawa ke Senat yang akan bertindak sebagai penentu nasib Pinera.

Ini merupakan upaya pemakzulan kedua terhadap Pinera setelah upaya pertama pada 2019 gagal.

Masa jabatan kedua Pinera, yang dimulai pada Maret 2018, akan berakhir pada 11 Maret 2022. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT