13 October 2021, 21:56 WIB

Iran Klaim Sukses Tes Pertahanan Antirudal untuk Situs Nuklir


Mediaindonesia.com | Internasional

MILITER Iran mengatakan pada Rabu (13/10) bahwa pihaknya berhasil menguji pertahanan antirudal untuk situs-situs sensitif selama latihan perang di Iran tengah. Ini setelah Israel dan AS memperingatkan tentang program nuklirnya.

"Pertahanan udara negara itu dipersiapkan dengan sempurna untuk melindungi instalasi sensitif dan vital melalui sistem pertahanan berlapis-lapis," kata Jenderal Amir-Qader Rahimzadeh, komandan pangkalan udara Hazrat Khatam al-Anbiya di Semnan, dikutip oleh kantor berita Fars.

Latihan, yang dimulai pada Selasa, menggabungkan sistem pertahanan tentara, Majid, dengan sistem Dezful dari Korps Pengawal Revolusi elite untuk menghancurkan rudal jelajah yang masuk.

Wilayah tengah Iran menjadi rumah bagi pabrik pengayaan Natanz dan situs nuklir lain.

Latihan perang di sana dilakukan menjelang kunjungan ke Iran pada Kamis oleh seorang utusan Uni Eropa yang mengoordinasikan pembicaraan tentang menghidupkan kembali kesepakatan nuklir yang bermasalah antara Teheran dan negara-negara besar termasuk Amerika Serikat.

"Pertahanan yang solid dan berlapis terhadap serangan rudal jelajah merupakan salah satu tujuan latihan pertahanan udara bersama yang berhasil dilakukan," kata Rahimzadeh.

Kantor berita negara IRNA mengatakan radar dan sistem pengawasan elektronik juga dikerahkan dalam operasi tersebut.

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett memperingatkan dalam pidato di Majelis Umum PBB bulan lalu bahwa negaranya tidak akan mengizinkan Teheran mengembangkan senjata nuklir.

Washington juga berkomitmen untuk memastikan Iran tidak pernah mengembangkan bom nuklir, kata Presiden AS Joe Biden pada Agustus, seraya menambahkan bahwa ia mengutamakan diplomasi.

Ali Shamhkani, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, telah mentweet bahwa program nuklirnya untuk tujuan damai.

Baca juga: Menlu Israel dan UEA Bahas Iran di Washington

Utusan Uni Eropa Enrique Mora akan mengunjungi Iran dengan tekanan yang meningkat dari negara-negara Eropa serta pemerintahan Biden untuk memulai kembali negosiasi dengan cepat tentang kembalinya AS ke kesepakatan nuklir 2015.

Iran telah berulang kali mengatakan bahwa pihaknya siap untuk melanjutkan pembicaraan dengan segera. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT