13 October 2021, 11:53 WIB

Kekerasan di Kashmir India Meningkat, Lima Militan Tewas


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

PASUKAN pemerintah membunuh lima tersangka pemberontak di Kashmir, India. Peristiwa itu terjadi ketika wilayah bergolak tersebut dilanda serangkaian penembakan sipil, dengan tujuh orang tewas pekan lalu dalam serangan yang diklaim oleh kelompok militan anti-India, Front Perlawanan (TRF).

Polisi mengatakan kelima pria itu tewas dalam dua insiden terpisah di daerah Shopian selatan di wilayah mayoritas Muslim.

Tiga dari lima milita yang tewas adalah anggota TRF, menurut dugaan polisi, dengan mengatakan salah satu dari mereka bertanggung jawab atas kematian seorang pedagang kaki lima pekan lalu.

Perwira tinggi militer Kashmir Letnan Jenderal Devendra Pratap Pandey mengatakan operasi militer itu tidak terkait dengan pembunuhan warga sipil.

"Saya tidak ingin menghubungkan operasi ini dengan salah satu peristiwa yang terjadi di Srinagar atau di tempat lain," kata Letnan Jenderal Pandey kepada wartawan, Selasa (12/10).

Insiden ini terjadi setelah lima tentara tewas pada hari Senin di celah gunung dekat Garis Kontrol (LoC) yang membagi daerah itu dari Kashmir yang dikelola Pakistan.

Baca juga: India Berlakukan Pembatasan di Kashmir

Itu adalah serangan paling mematikan terhadap pasukan militer di daerah tersebut sejak gencatan senjata 2013 di sepanjang LoC diperbarui pada Februari.

Dua tersangka pemberontak juga tewas dalam insiden terpisah pada hari Senin, dengan salah satu dari mereka dipersalahkan oleh polisi karena membunuh seorang sopir taksi pekan lalu, tuduhan yang dibantah oleh keluarganya.

Ketegangan meningkat setelah pemerintah nasionalis Hindu Perdana Menteri Narendra Modi mencabut semi-otonomi Kashmir pada Agustus 2019.

Hampir 200 orang, termasuk 157 tentara dan pemberontak, tewas dalam kekerasan di Kashmir tahun ini sejauh ini, menurut penghitungan AFP.

Setidaknya 29 warga sipil, termasuk pekerja dari partai politik pro-India, telah ditembak mati dalam 10 bulan terakhir, kata pihak berwenang.

Pembunuhan warga sipil terbaru telah dikutuk di Kashmir dan di seluruh negeri, termasuk oleh politisi dari semua pihak.

Para pejabat mengatakan kepada AFP bahwa setidaknya 650 orang yang dicurigai memiliki hubungan dengan kelompok-kelompok agama dan militan yang dilarang ditahan dalam tindakan keras di lembah Kashmir selama penyelidikan mereka atas kematian warga sipil baru-baru ini.

Selama lebih dari tiga dekade, kelompok pemberontak telah melancarkan pemberontakan terhadap tentara India atas tuntutan mereka untuk kemerdekaan atau penggabungan seluruh wilayah dengan Pakistan, menyebabkan puluhan ribu orang tewas. (Straitstimes/OL-5)

BERITA TERKAIT