12 October 2021, 06:45 WIB

Roquefort Dinilai Rendah Gizi, Produsen Marah


Basuki Eka Purnama | Internasional

PRODUSEN keju kenamaan asal Prancis, Roquefort, menuntut perubahan pada sistem pelabelan makanan yang menempatkan produk mereka yang bau tapi populer itu dalam kelompok bergizi rendah.

Sistem Nurti-Score, yang dikembangkan di Prancis dan digunakan oleh sejumlah negara Eropa lainnya, menepatkan makanan dalam peringkat berdasarkan skala warna dari A hingga E berdasarkan nilai gizinya.

Roquefort, keju biru bau asal Prancis barat laut Prancis, selalu ditempatkan di posisi bawah--D atau E--sejajar dengan minuman manis dan keripik.

Baca juga: Tahanan Palestina Mogok Makan sebagai Protes kepada Israel

Saat pemerintah Prancis berencana menjadikan Nutri-Score sebagai kewajiban pada tahun depan, produsen Roquefort berencana meminta pengecualian dengan alasan khawatir dengan masa depan kawasa produsen keju di Prancis.

"Ini adalah sebuah paradoks. Ada sejumlah produk yang diolah industri lengkap dengan bahan pengawetnya namun masuk dalam kategori A atau B namun produk kami yang lokal dan diolah secara alamiah malah distigmatisasi," ujar Kepala Konfederasi Roquefort Sebastien Vignete, Senin (11/10).

Aksi para produsen Roquefort itu mendapat dukungan dari anggota parlemen Prancis Stephane Mazars, yang mewakili area Aveyron, tempat keju Roquefort disimpan dalam gua gamping hingga mencapai hasil keju biru yang diharapkan.

"Keinginan untuk transparan pada konsumen harus rasional dan berdasarkan akal sehat," ujarnya.

Sekitar 7 ribu ton Roquefort dijual setiap tahunnya, seperematnya ke luar negeri.

Sistem Nutri-Score adalah sistem pelabelan makanan sukarela yang diadopsi oleh Prancis, Belgia, Spanyol, Jerman, Luxembourg, dan Belanda.

Disebut sebagai alat untuk memerangi obesitas dan masalah terkait makanan lainnya, Nutri-Score menilai produk makanan berdasarkan level gula, garam, dan lemak tidak sehat agar konsumen tidak mengonsumsi makanan itu terlalu banyak. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT