11 October 2021, 08:41 WIB

Puluhan orang Ikut Demonstrasi Pro-Uni Eropa di Polandia


Basuki Eka Purnama | Internasional

PULUHAN ribu warga Polandia ambil bagian dalam aksi demonstrasi pada Minggu (10/10) mendukung kenaggotaan mereka di Uni Eropa setelah Pengadilan Konstitusi Polandia, pekan lalu, mengeluarkan aturan yang menentang undang-undang Uni Eropa.

Demonstrasi Pro-Uni Eropa itu diprakarsai oleh mantan Ketua Uni Eropa Donald Tusk, yang kini merupakan pemimpin partai oposisi utama Polandia, Civic Platform, yang memperingatkan kemungkinan terjadinya Polexit.

"Puluhan ribu orang di Warsawa dan lebih dari 100 kota lain di Polandia telah memprotes apa yang dilakukan pemerintah terhadap negara kita," ujar Tusk kepada para demonstran di ibu kota Polandia.

Baca juga: Irak Gelar Pemilu Setahun Lebih Cepat

Tusk meminta warga Polandia untuk mempertahankan Polandia sebagai bagian dari Eropa setelah pemerintah negara itu dikritik baik dari dalam negeri maupun oleh Uni Eropa.

Keanggotaan Polandia di Uni Eropa tetap populer di warga negara itu meski hubungan antara Warsawa dan Brussels menegang sejak partai populis Hukum dan Keadilan (PiS) berkuasa pada 2015.

Hal utama yang meramaikan hubungan Polandia dan Uni Eropa adalah rencana reformasi hukum yang diinginkan PiS, yang disebiut Uni Eropa akan menghapus kebebasan hukum dan kebebasan demokrasi.

Perselisihan terbaru antara Polandia dan Uni Eropa terjadi pada Kamis (7/10) ketika Pengadilan Konstitusi Polandia, badan yang dituding kelompok oposisi dipenuhi sekutu Pis mengeluarkan putaran yang menyebut hukum Uni Eropa tidak cocok dengan konstitusi Polandia.

Pengadilan itu juga meminta Uni Eropa tidak ikut campur dalam reformasi hukum di POlandia.

"Saya berada di sini karena saya khawatir kami akan meninggalkan Uni Eropa. Perjuangan ini sangat penting terutama bagi cucu saya," ujar warga Warsawa Elzbieta Morawska, 64.

"Inggris telah meninggalkan Uni Eropa dan itu adalah tragedi. Jika Polandia juga meninggalkan Uni Eropa, itu juga akan menjadi tragedi," timpal Aleksander Winiarski, 20, warga Polandia yang berkuliah di Inggris. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT