11 October 2021, 07:40 WIB

Indonesia-Serbia Saling Akui Sertifikat Vaksin Covid-19


Nur Aivanni | Internasional

MENTERI Luar Negeri RI Retno L.P. Marsudi, melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Serbia, Nikola Selakovi, pada Minggu (10/10) di Beograd, Serbia. Keduanya membahas berbagai kerja sama bilateral antara kedua negara.

Salah satu hasil dari pembahasan bilateral tersebut adalah kesepakatan kedua negara untuk saling mengakui sertifikat vaksinasi yang diterbitkan oleh masing-masing negara, sebagai langkah konkret dari upaya untuk menolak diskriminasi vaksin.

"Dan kami sepakat untuk menyiapkan saling mengakui sertifikat vaksin untuk memfasilitasi mobilitas dua bangsa kami dan komunitas bisnis," kata Retno dalam pernyataan pers yang diterima pada Senin (11/10).

Kedua Menlu juga membahas upaya percepatan pemulihan ekonomi melalui peningkatan kerja sama ekonomi, khususnya outbond dan inbound investment.

Menlu Retno juga menyampaikan kepada Menlu Serbia mengenai inisiatif Indonesia untuk menominasikan arsip KTT I GNB pada program Memory of the World (MOW) UNESCO. Arsip KTT I GNB dinominasikan pada MOW karena memiliki signifikansi global terutama melalui peran dan kontribusi GNB dalam upaya mendorong perdamaian dan keamanan dunia serta mendorong kerja sama internasional dengan tetap menjunjung tinggi kemerdekaan dan kesetaraan.

Serbia mendukung inisiatif Indonesia tersebut dan akan bekerja sama menggalang dukungan negara-negara lainnya agar arsip dimaksud dapat masuk dalam Memory of the World UNESCO.

Dalam kesempatan ini, kedua Menlu juga menandatangani Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Peningkatan Kapasitas Diplomatik, yang bertujuan untuk memajukan pendidikan dan pelatihan bagi diplomat Indonesia dan Serbia.

Kedua Menlu juga menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Universitas Padjadjaran dan University of Belgrade mengenai Kerja Sama Inkubasi Bisnis dan Inovasi oleh Rektor University of Belgrade, Prof. Dr.Vladan ?oki? dan Dubes RI Beograd yang secara simbolis mewakili Universitas Padjadjaran.

Dengan Nota Kesepahaman ini, Pemerintah RI berupaya untuk memberikan peluang bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Indonesia agar dapat memanfaatkan kesempatan di pasar Serbia dan Kawasan Balkan Barat.

Menlu RI berada di Beograd sebagai utusan khusus Presiden RI untuk menghadiri peringatan ke-60 tahun Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Gerakan Non-Blok (GNB). Momentum tersebut sangat penting bagi kedua negara mengingat keduanya termasuk negara pencetus berdirinya GNB. (OL-13)

Baca Juga: Warga Sydney Rayakan Berakhirnya Lockdown Setelah 106 Hari

BERITA TERKAIT