07 October 2021, 17:47 WIB

Presiden Peru Tunjuk Wanita Pencinta Lingkungan sebagai PM Baru


Mediaindonesia.com | Internasional

PRESIDEN Peru Pedro Castillo menerima pengunduran diri perdana menterinya pada Rabu (6/10) dan menggantikannya dengan seorang aktivis lingkungan perempuan. Di bawah hukum Peru, pengunduran diri perdana menteri secara otomatis memicu seluruh kabinetnya.

Beberapa jam kemudian, Castillo melantik aktivis lingkungan dan hak asasi manusia, Mirtha Vasquez, 46, sebagai perdana menteri barunya. Langkah ini dipandang sebagai pendekatan kepada sayap moderat koalisi kiri informal yang mendukungnya.

Castillo tidak memberikan alasan dalam menggantikan Guido Bellido sebagai perdana menteri, yang lebih berhaluan kiri. Surat pengunduran diri Bellido mengatakan dia bertindak atas permintaan Castillo.

Presiden sayap kiri, yang pernah menjadi guru sekolah perdesaan, menyerukan persatuan dari sektor ekonomi, politik, dan sosial Peru untuk mencapai tujuan bersama seperti mengaktifkan kembali ekonomi. Penunjukan Castillo pada Juli kepada insinyur elektronik Bellido, seorang pemula politik, mengundang kontroversial sejak awal.

Media Peru melaporkan bahwa Bellido, 41, diselidiki oleh jaksa karena diduga membela terorisme dengan pernyataan yang dibuat tak lama setelah menduduki kursinya di parlemen pada Juni. Dalam komentarnya kepada media berita online, Inka Vision, ia muncul untuk membela orang-orang yang mendukung kelompok gerilya Maois Shining Path yang melawan negara dari 1980 hingga 2000 dan ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Lima.

Pada Agustus, Castillo tampaknya telah mencegah krisis politik ketika kongres yang didominasi sayap kanan menyetujui kabinetnya setelah perdebatan sengit. Sampai saat itu, Peru berada dalam ketidakpastian politik sejak awal tahun, ketika kampanye pemilihan berlangsung.

 
Peru telah mengalami pergolakan politik selama bertahun-tahun dan serangkaian skandal korupsi membuat tiga presiden berbeda menjabat dalam satu minggu November lalu. Tujuh dari 10 pemimpin negara sebelumnya dihukum atau sedang diselidiki karena korupsi. Kemenangan Castillo atas populis sayap kanan Keiko Fujimori dalam pemilihan presiden putaran kedua Juni membutuhkan waktu enam minggu untuk dikonfirmasi setelah penundaan dalam memvalidasi hasil. (AFP/OL-14)
BERITA TERKAIT