06 October 2021, 07:15 WIB

WHO Sebut Perang Melawan Covid-19 belum Berakhir


Basuki Eka Purnama | Internasional

KEPALA teknis covid-19 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Maria Van Kerkhove, Selasa (5/10), memperingatkan bahwa perang melawan covid-19 belum usai meski banyak orang yang menganggap pandemi itu sudah hampir berakhir,

Van Kerkhove mengatakan, pekan lalu, sebanyak 3,1 juta kasus baru covid-19 dilaporkan ke WHO. Begitu juga dengan 54 ribu kematian.

"Situasinya masih sangat dinamis. Hal itu karena kita belum mengendalikan penuh virus ini," kata Van Kerkhove dalam presentasi yang ditayangkan langsung di kanal media sosial WHO.

Baca juga: Portugal Bakal Berikan Dosis Vaksin Penguat untuk yang Berusia 65 Tahun ke Atas

"Kita belum benar-benar selamat. Kita masih berada di tengah pandemi ini. Tapi, di sebelah mana tepatnya kita berada tidak diketahui karena, sejujurnya, kita tidak menggunakan alat yang tepat untuk mengakhiri pandemi tersebut.

"Yang paling menyedihkan bagi saya adalah, di sejumlah kota, kita melihat rumah sakit dan ICU penuh namun di jalanan orang berlaga bak tidak ada pandemi. Hal itu tidak bisa diterima," lanjutnya.

Menurut Van Kerkhove, akibat cara dunia menangani pandemi, covid-19 dipastikan tidak akan bisa dibasmi dan akan selalu ada.

Covid-19 telah menewaskan setidaknya sebanyak 4,8 juta jiwa sejak pandemi dimulai di Tiongkok, Desember 2019 lalu.

Van Kerkhove mengatakan, saat ini, kematian dialami oleh mereka yang tidak divaksin.

"Dari negara yang memberikan laporan kepada kami, angka pasien yang dirawat di rumah sakit dan kematian dialami oleh mereka yang tidak divaksin," tegas Van Kerkhove.

Dia kemudian mengecam hoaks dan misinformasi tentang covid-19 yang beredar di internet.

"Hal itu menyebabkan banyak orang meninggal," kecam Van Kerkhove.

Dia kemudian memastikan covid-19 tidak akan pernah hilang.

"Kemungkinan memberantas virus ini di tingkat global telah hilang sejak awal. Hal itu karena kita tidak melancarkan serangan terhadap virus itu secara bersama-sama," pungkasnya. (AFP/OL-1)
 

BERITA TERKAIT