05 October 2021, 18:37 WIB

Presiden Taiwan Peringatkan Dampak Jika Negaranya Jatuh ke Tiongkok


Atikah Ishmah Winahyu |

PRESIDEN Taiwan Tsai Ing-wen memperingatkan bahwa jatuhnya Taiwan ke Tiongkok akan memicu konsekuensi bencana bagi perdamaian di Asia. 

Menghadapi berbagai ancaman dari Tiongkok, negaranya pun siap melakukan upaya pertahanan diri. Taiwan, yang diklaim Tiongkok sebagai wilayah kedaulatannya, menghadapi tekanan besar-besaran dari Beijing sejak Jumat lalu.

Diketahui, 148 pesawat angkatan udara Tiongkok terbang ke zona pertahanan udara Taiwan selama empat hari. Tiongkok menyalahkan Amerika Serikat (AS) atas meningkatnya ketegangan dengan Taiwan.

Baca juga: Tiongkok Kirim 56 Jet ke Zona Pertahanan Taiwan

Sementara itu, Taiwan menyebut Tiongkok sebagai pelaku utama dalam situasi yang memanas. Menulis di Foreign Affairs, Tsai menyatakan ketika negara-negara semakin menyadari ancaman dari Tiongkok, mereka harus memahami nilai bekerja dengan negara pulau tersebut.

"Mereka harus ingat bahwa jika Taiwan jatuh, konsekuensinya menjadi bencana besar bagi perdamaian regional dan sistem aliansi demokrasi. Ini menandakan bahwa dalam kontes nilai global, otoritarianisme lebih unggul daripada demokrasi," bunyi tulisan Tsai dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada Selasa (5/10) ini.

Tiongkok percaya Tsai merupakan seorang separatis, karena menolak pandangan bahwa Taiwan bagian dari "satu Tiongkok", serta telah memutuskan dialog. Tsai menegaskan bahwa Taiwan adalah negara yang merdeka.

Baca juga: Taiwan Tingkatkan Anggaran Pertahanan Hingga Rp123 Triliun

“Taiwan tidak mencari konfrontasi militer dan menginginkan hidup berdampingan secara damai. Serta, saling menguntungkan dengan tetangganya,” papar Tsai.

"Namun, jika demokrasi dan cara hidupnya terancam, Taiwan siap melakukan apapun untuk mempertahankan diri. Rakyat akan bangkit jika keberadaan Taiwan terancam," imbuhnya.

Lebih lanjut, dia mengulangi seruan untuk melakukan dialog dengan Tiongkok, yang diharapkan mengusung kesetaraan dan tanpa prasyarat politik. "Di tengah gangguan hampir setiap hari oleh militer Tiongkok, posisi kami dalam hubungan lintas selat tetap konstan. Taiwan tidak akan tunduk pada tekanan," tegas dia.(Straitstimes/OL-11)
 

 

BERITA TERKAIT