01 October 2021, 20:32 WIB

Iran Kecam Bahrain atas Pembukaan Kedutaan Besar Israel


Mediaindonesia.com | Internasional

IRAN menggambarkan pada Jumat (30/9) bahwa jamuan Bahrain atas kedatangan Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid sebagai hal yang memalukan. Pada hari sebelumnya kedua negara itu meresmikan kedutaan negara Yahudi di Manama.

Iran dan Israel merupakan musuh bebuyutan. Bahrain ialah salah satu dari empat negara Arab yang memiliki hubungan normal dengan negara Yahudi selama setahun terakhir ini.

Bahrain yang diperintah pemerintahan suni telah menghadapi kerusuhan di antara komunitas syiahnya yang besar. Secara konsisten, Bahrain menyalahkan hal itu kepada Iran. Tuduhan itu dibantah Teheran.

"Sambutan memalukan oleh para pemimpin Bahrain ke rezim yang menduduki Jerusalem. Bertentangan dengan kehendak bangsa Bahrain," juru bicara Kemenlu Iran Saeed Khatibzadeh mengumumkan dalam suatu pernyataan.

Komentar itu muncul setelah diplomat top Israel Yair Lapid pada Kamis meresmikan kedutaan negaranya di Bahrain, setahun setelah kedua negara menormalkan hubungan dan dalam kunjungan resmi pertama oleh menteri luar negeri negara Yahudi ke kerajaan Teluk.

Khatibzadeh menyesalkan semua inisiatif yang berusaha menstabilkan kehadiran destruktif Israel di kawasan itu. "Kehadiran yang meningkat ini akan mengarah pada eskalasi dan ketidakamanan lebih lanjut," tambahnya.

Monarki Teluk itu memutuskan hubungan dengan Iran pada 2016. Iran menolak untuk mengakui Israel dan secara konsisten memosisikan dirinya sebagai pembela perjuangan Palestina. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT