28 September 2021, 11:20 WIB

Akhir Bulan Ini, Jepang Siap Akhiri Pembatasan Darurat Covid-19


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

MENTERI Ekonomi Jepang Yasutoshi Nishimura mengatakan, pemerintah akan meminta persetujuan penasihat untuk mencabut semua pembatasan darurat pada akhir September ini, seiring menurunnya jumlah kasus virus covid-19.

Jika disetujui oleh panel penasihat pemerintah, Jepang secara keseluruhan akan keluar dari keadaan darurat untuk pertama kalinya dalam hampir enam bulan. Perdana Menteri Yoshihide Suga akan mengadakan konferensi pers pada pukul 19.00 waktu setempat untuk mengumumkan keputusan tersebut.

Sementara pemerintah berencana untuk mengakhiri keadaan darurat seperti yang dijadwalkan pada 30 September, Nishimura mengatakan beberapa pembatasan pada bar dan restoran harus tetap berlaku selama sekitar satu bulan untuk mencegah kebangkitan kasus.

Restoran di prefektur yang berada di bawah pembatasan darurat, diharuskan tutup pada jam 8 malam dan menahan diri untuk tidak menyajikan alkohol.

Nishimura mengatakan pemerintah mengusulkan sistem sertifikasi dimana hanya restoran yang disetujui yang bisa tetap buka sampai jam 9 malam. Larangan alkohol akan dicabut namun putusannya tergantung gubernur prefektur jika memerintahkan sebaliknya.

“Kasus-kasus baru pasti akan meningkat setelah keadaan darurat dicabut,” kata Nishimura, yang juga mengawasi tanggapan virus korona Jepang, pada awal pertemuan dengan panel penasehat, Selasa (28/9).

"Kita perlu melanjutkan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah rebound," imbuhnya.

Seperti banyak negara lain, Jepang telah berjuang untuk menahan penyebaran varian Delta yang sangat menular, termasuk melalui Olimpiade Musim Panas, menjaga sebagian besar negara di bawah pembatasan darurat.

Tetapi kasus harian baru terus menurun selama sebulan terakhir, menjadi 1.128 secara nasional pada hari Senin. Menurut menteri kesehatan, hampir setengahnya dari 2.129 pada hari Minggu dan turun dari jumlah kasus tertinggi harian sekitar 25.000 infeksi pada puncaknya.

Hampir 60% dari populasi sudah divaksinasi penuh dan pemerintah mengatakan semua orang yang ingin divaksinasi akan mendapatkannya pada November. (Straitstimes/OL-13)

Baca Juga: Belum Divaksin Covid-19, Warga Sydney Dibatasi dari Kegiatan Sosial

BERITA TERKAIT