23 September 2021, 21:44 WIB

Iran Klaim Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan Saudi


Mediaindonesia.com | Internasional

PEMBICARAAN antara dua saingan regional di Timur Tengah, Teheran dan Riyadh, telah menyebabkan kemajuan signifikan dalam masalah keamanan Teluk. Ini dikatakan seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Iran.

"Kemajuan serius telah dibuat mengenai masalah keamanan di Teluk," kantor berita negara IRNA pada Kamis (23/9) mengutip juru bicara Kemenlu Saeed Khatibzadeh.

Iran yang mayoritas syiah dan kerajaan suni Arab Saudi berada di pihak yang berlawanan dalam berbagai konflik regional. Keduanya telah terlibat dalam pembicaraan sejak April dengan tujuan meningkatkan hubungan untuk pertama kali sejak memutuskan hubungan pada 2016.

Diskusi diluncurkan di bawah mantan Presiden Iran Hassan Rouhani yang moderat dan berlanjut sejak penggantinya yang ultrakonservatif, Ebrahim Raisi, menjabat pada Agustus. Berbicara kepada wartawan di sela-sela Sidang Umum PBB di New York, Khatibzadeh mengatakan pembicaraan itu baik dan menyerukan negara-negara untuk menyelesaikan masalah regional di antara mereka sendiri, tanpa campur tangan asing.

Di Yaman, Iran mendukung pemberontak syiah yang masih menguasai sebagian besar wilayah utara, termasuk ibu kota Sanaa, meskipun lebih dari enam tahun upaya militer pimpinan Saudi menggulingkan mereka. Teheran juga menjadi pendukung regional utama Presiden Suriah Bashar al-Assad melawan pemberontak beraliran suni sejak perang saudara pecah pada 2011.

Di Libanon, kelompok syiah yang didukung Iran, Hizbullah, memainkan peran penting dalam kehidupan politik. Para pejuangnya telah banyak terlibat di negara tetangga Suriah untuk mendukung pemerintah Assad.

Raja Saudi Salman pada Rabu (22/9) menyatakan harapan bahwa pembicaraan dengan Iran akan mengarah pada hasil nyata untuk membangun kepercayaan dan untuk meluncurkan kembali kerja sama bilateral. Dalam pidato melalui konferensi video ke Majelis Umum, penguasa Saudi kembali meminta Teheran untuk menghentikan semua jenis dukungan untuk kelompok-kelompok bersenjata di kawasan itu dan menegaskan kembali dukungan upaya internasional mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.

Baca juga: Presiden Iran Dukung Perundingan Nuklir

Riyadh--sekutu dari musuh bebuyutan Teheran, Washington--memiliki kekhawatiran tentang program nuklir Iran. Republik Islam itu berkeras bahwa pihaknya hanya mengejar teknologi nuklir yang damai. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT