23 September 2021, 00:24 WIB

KJRI New York dan BP2MI Bahas Potensi Diaspora di Amerika


Mediaindonesia.com | Internasional

KJRI New York bekerja sama dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran (BP2MI) mengadakan diskusi dengan diaspora Indonesia tentang sosialisasi kebijakan penempatan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri, Senin (20/9).

Dengan memperhatikan jumlah undangan berdasarkan ketentuan protokol kesehatan Kota New York, acara temu diaspora dihadiri oleh perwakilan organisasi masyarakat Indonesia antara lain Maesa (Minahasa), Parsadaan Bangso Batak (PBB), Pasundan, Cakra, Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Komunitas Ambon, DWP KJRI New York, Permias NYC dan lain sebagainya. Acara dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan Covid-19 yang ketat.

Selain warga/diaspora Indonesia yang hadir secara langsung (in person), acara juga diikuti oleh mereka yang hadir dari luar kota New York melalui zoom meeting. Konjen RI New York Arifi Saiman dalam sambutannya menyampaikan pihaknya bersama BP2MI mencoba melakukan pendekatan dengan berbagai stakeholders di AS, khususnya potential users dan lembaga sertifikasi, untuk dapat melakukan kerja sama.

"Baik dengan dukungan pemerintah, universitas maupun B to B dalam hal pengembangan akses
penempatan pekerja migran Indonesia di pasar Amerika Serikat khususnya di wilayah kerja KJRI New York," tandasnya.

Sementara, Kepala BP2MI Benny Rhamdani dalam sambutan videonya menyampaikan pekerja migran Indonesia telah banyak berjasa bagi negara sebagai pahlawan devisa. Karena itu, pemerintah bekerja sama dengan para pemangku kepentingan terkait harus dapat memberikan perlakuan layak kepada PMI sebagai warga negara utama.

"Selain itu, BP2MI juga giat melakukan terobosan untuk terus memperoleh pasar tenaga kerja baru, utamanya di Amerika Serikat sehingga diharapkan memperoleh akses global," katanya.

Adapun Deputi Penempatan dan Perlindungan Kawasan Amerika dan Pasifik, Lasro Simbolon memaparkan arti penting sinergitas untuk memberikan pelayanan yang terbaik dengan seluruh unsur, tidak terkecuali dengan asosiasi dan masyarakat sipil serta diaspora Indonesia di Amerika Serikat.

"Diharapkan dapat menjadi masukan dalam memformulasikan kebijakan dan memetakan peluang bagi PMI," katanya. (OL-8)

BERITA TERKAIT