22 September 2021, 13:40 WIB

Menlu RI Soroti Masalah AUKUS dalam Pertemuan dengan Asia Society


Nur Aivanni | Internasional

MENTERI Luar Negeri RI Retno Marsudi juga menyoroti masalah AUKUS atau kesepakatan pertahanan yang terdiri dari Australia, Inggris, dan Amerika Serikat (AS) dalam pertemuan dengan Asia Society.

Dikatakan Retno, Indonesia melihat dan mengkhawatirkan meningkatnya tensi di antara negara-negara besar.

"Saya kutip apa yang disampaikan oleh Sekjen PBB yang mengingatkan kemungkinan terjadinya perang dingin. Dalam kaitan ini, saya singgung mengenai AUKUS dan keputusan Australia bagi pengadaan kapal selam bertenaga nuklir," katanya saat menyampaikan keterangan pers secara virtual, Rabu (22/9).

Dia menyampaikan bahwa pihaknya menerima penjelasan Australia, mendengarkan komitmen-komitmen yang diberikan Australia termasuk untuk terus menghormati NPT, prinsip-prinsip non-proliferasi dan hukum internasional.

"Di dalam Asia Society tadi saya menekankan bahwa yang tidak diinginkan oleh kita semua adalah kemungkinan meningkatnya perlombaan senjata dan power projection di kawasan, yang tentunya akan dapat mengancam stabilitas keamanan kawasan," tandasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Retno juga menyampaikan dua isu utama, yaitu upaya global dalam mengatasi Covid-19 dan upaya dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.

"Terkait dengan isu pertama, kerja sama untuk upaya mengatasi Covid, saya kembali menekankan mengenai pentingnya mempersempit kesenjangan akses terhadap vaksin dan menghindari diskriminasi dan politisasi vaksin," terangnya.

Kemudian terkait isu yang kedua, yaitu perdamaian dan stabilitas dunia, Retno menyampaikan antara lain bahwa jangan sampai pandemi menjauhkan upaya untuk menjaga perdamaian dan stabilitas.

"Perdamaian dan stabilitas justru merupakan enabler bagi terciptanya kerja sama yang baik untuk mengatasi Covid-19 dan kerja sama dalam konteks pemulihan ekonomi," ucapnya. (Nur/OL-09)

BERITA TERKAIT