22 September 2021, 11:08 WIB

Indonesia Terus Upayakan Persempit Kesenjangan Vaksin Covid-19


Nur Aivanni | Internasional

MENTERI Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan ada sejumlah isu yang sudah dan akan dibawa oleh Indonesia selama berlangsungnya Sidang Majelis Umum PBB ke-76. Isu yang pertama adalah kerja sama mengatasi pandemi, termasuk bekerja sama untuk mempersempit kesenjangan vaksin antara negara maju dan berkembang.

"Isu ini sudah menjadi prinsip Indonesia untuk terus diperjuangkan dari sejak awal pandemi, saya juga terus mendorong dan menyampaikan isu ini karena memiliki tanggung jawab tambahan, yaitu sebagai salah satu Co-Chairs COVAX Advance Market Commitment (AMC) Engagement Group. Jadi saya akan terus menyuarakan isu kesetaraan vaksin bagi semua negara," kata Retno dalam menyampaikan keterangan pers secara virtual dari New York, Amerika Serikat, Rabu (22/9).

Selain itu, sambung Retno, isu yang akan diusung adalah kerja sama untuk pemulihan ekonomi.

"Dan ketiga, pada saat para Menteri Luar Negeri bertemu mereka akan bicara merespons beberapa isu yang menjadi perhatian dunia saat ini, antara lain: Myanmar dan Afghanistan," terangnya.

Untuk diketahui, Retno kini tengah berada di New York untuk menghadiri rangkaian High Level Week Sidang Majelis Umum (SMU) PBB ke-76. High Level Week SMU PBB ke-76 tahun ini dilakukan secara hybrid, tahun lalu dilakukan secara virtual penuh karena pandemi. Presiden SMU PBB Ke-76 adalah Abdulla Shahid, seorang Menteri Luar Negeri Maladewa.

Baca juga:  Italia Mulai Suntikkan Vaksin Ketiga Covid-19

Adapun tema SMU PBB tahun ini adalah "Building resilience through hope - to recover from COVID19, rebuild sustainably, respond to the needs of the planet, respect the rights of the people, and revitalize the United Nations".

"Tema itu tentunya menggambarkan tantangan yang masih dihadapi dunia saat ini, dari covid-19 hingga perubahan iklim, dari kemiskinan yang semakin dalam akibat pandemi hingga masih terjadinya konflik di berbagai belahan dunia," jelas Retno.

Sebanyak 195 negara dijadwalkan berpartisipasi dalam High Level Week SMU PBB Ke-76, 107 di antaranya berpartisipasi pada tingkat kepala negara, baik yang hadir maupun yang menyampaikan statement secara virtual.

Presiden Joko Widodo akan menyampaikan pidato di SMU ke-76 PBB pada Rabu (22/9) sore waktu New York atau Kamis (23/9) pagi waktu Jakarta, secara virtual. Dari ASEAN, hampir semua pemimpin menyampaikan statement secara virtual, kecuali Presiden Vietnam.

Dalam pidato yang disampaikan dalam pembukaan High Level Segmen SMU PBB ke-76, terang Retno, Sekjen PBB mengangkat ketimpangan akses terhadap vaksin yang masih sangat lebar. Hal itu tentunya akan berdampak pada sulitnya dunia dapat pulih keluar dari pandemi. Secara khusus, katanya, Sekjen PBB menggarisbawahi pentingnya dunia berkolaborasi untuk memenuhi harapan masyarakat internasional.

"Sementara itu, Presiden SMU PBB menyampaikan beberapa prioritas yang akan diusung selama kepemimpinannya, yaitu pandemi covid-19 terutama isu mengenai gap vaksin; climate change; gender; youth, dan reformasi PBB," tuturnya. Selama berlangsungnya SMU PBB, ungkap Retno, sejauh ini sudah terjadwal sekitar 28 pertemuan yang akan dihadirinya.(OL-5)

BERITA TERKAIT