22 September 2021, 07:00 WIB

Di PBB, Tiongkok Sebut akan Berhenti Danai Proyek Batu Bara di Luar Negeri


Nur Aivanni | Internasional

PRESIDEN Tiongkok Xi Jinping, Selasa (21/9), mengatakan negaranya akan menghentikan pendanaan proyek batu bara di luar negeri. Langkah tersebut akan mengakhiri sumber utama dukungan untuk energi kotor yang berkontribusi terhadap perubahan iklim.

Saat berbicara di Majelis Umum PBB, Xi berjanji saat dia bersumpah mempercepat upaya membantu dunia memerangi krisis iklim.

"Tiongkok akan meningkatkan dukungan untuk negara berkembang lainnya dalam mengembangkan energi hijau dan rendah karbon dan tidak akan membangun proyek pembangkit listrik tenaga batu bara baru di luar negeri," kata Xi dalam pidato yang direkam sebelumnya.

Baca juga: Taliban Minta Bicara di Sidang Majelis Umum PBB

Lebih lanjut, dia mengatakan semua pihak harus mendorong pendorong pertumbuhan baru di era pasca-covid-19. Selain bersama-sama mencapai pembangunan yang meningkat, katanya, semua pihak juga tetap harus berkomitmen untuk harmoni antara manusia dan alam.

Tiongkok telah melakukan pembangunan infrastruktur di seluruh dunia sebagai bagian dari Belt and Road Initiative, dan sampai sekarang terbuka untuk proyek batu bara.

Dalam sebuah surat awal tahun ini, koalisi kelompok nonpemerintah mengatakan Bank of China, yang dikelola negara, adalah pemodal tunggal terbesar untuk proyek batu bara.

Tiongkok, bagaimanapun, terus berinvestasi di batu bara di dalam negeri, melestarikan bentuk industri yang juga sensitif secara politik di Amerika Serikat (AS). Tiongkok membawa 38,4 gigawatt pembangkit listrik tenaga batu bara baru ke dalam operasi tahun lalu.

Pada kunjungan ke Tiongkok, awal bulan ini, Utusan Iklim AS John Kerry mengatakan AS telah memperjelas bahwa penambahan lebih banyak pembangkit listrik tenaga batu bara merupakan tantangan signifikan bagi upaya dunia untuk menangani krisis iklim.

Tiongkok telah berjanji mencapai puncak konsumsi batu bara pada 2030 dan menjadi netral karbon pada 2060.

Janji Tiongkok tersebut datang sebagai momentum membangun untuk konferensi PBB pada November di Glasgow yang bertujuan untuk meningkatkan tujuan kesepakatan Paris. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT