21 September 2021, 07:25 WIB

AS Akan Cabut Larangan Perjalanan Udara Bagi yang Sudah Divaksin


Nur Aivanni | Internasional

AMERIKA Serikat, Senin waktu setempat atau Selasa WIB (21/9), mengumumkan akan mencabut larangan perjalanan covid-19 pada semua penumpang udara yang sudah divaksin lengkap dan menjalani tes serta pelacakan kontak pada November.

Pembatasan yang belum pernah terjadi sebelumnya telah membuat kerabat, teman, dan pelancong bisnis di seluruh dunia terpisah selama berbulan-bulan saat pandemi tengah berlangsung.

Koordinator Tanggap Covid-19 untuk Presiden AS Joe Biden, Jeffrey Zients, mengatakan kepada wartawan bahwa pendekatan baru yang konsisten akan mulai berlaku awal November.

Pelonggaran pembatasan perjalanan, yang diberlakukan oleh Donald Trump 18 bulan lalu ketika pandemi covid-19 pertama kali meletus, menandai perubahan signifikan oleh Biden dan menjawab permintaan utama dari sekutu Eropa pada saat hubungan diplomatik sedang tegang.

Sejumlah langkah pencegahnakan tetap dilakukan untuk menekan penyebaran virus, yang telah menewaskan lebih dari 670.000 orang Amerika. "Yang paling penting, warga negara asing yang terbang ke AS akan diminta untuk divaksin lengkap," kata Zients.

Namun, tidak jelas apakah aturan baru itu hanya berlaku untuk vaksin yang disetujui AS atau jika merek lain, seperti yang diproduksi di Tiongkok atau Rusia, juga akan memenuhi syarat. Zients mengatakan itu akan ditentukan oleh Pusat Pengendalian Penyakit AS.

Sementara itu, pembatasan pergerakan kendaraan dari Kanada dan Meksiko akan tetap berlaku. "Kami tidak memiliki pembaruan tentang kebijakan perbatasan darat," kata Zients.

Zients mengatakan penumpang harus menunjukkan bahwa mereka telah divaksin lengkap sebelum naik pesawat menuju Amerika Serikat, serta memberikan bukti hasil tes negatif untuk covid-19 yang dilakukan dalam waktu tiga hari.

Orang Amerika yang tidak divaksin lengkap masih bisa masuk, tetapi hanya perlu bukti hasil tes negatif untuk covid-19 dalam satu hari perjalanan.

Masker akan diwajibkan pada penerbangan tujuan AS, dan maskapai penerbangan akan memberikan informasi pelacakan kontak kepada otoritas kesehatan AS.

"Sistem perjalanan internasional baru ini mengikuti sains untuk menjaga keamanan perjalanan udara internasional Amerika," kata Zients.

Merespons langkah AS tersebut, Inggris dan Jerman dengan cepat menyambut baik pencabutan larangan perjalanan tersebut. Duta Besar Jerman untuk Amerika Serikat menyebutnya sebagai berita bagus. Pengumuman tersebut juga dipuji oleh maskapai penerbangan, yang mendapat pukulan besar selama penutupan akibat pandemi.

Meskipun secara luas diharapkan bahwa Biden akan membuka kembali perbatasan ke Uni Eropa dan Inggris, pengumuman itu mencakup seluruh negara di dunia. "Ini berlaku untuk semua perjalanan internasional," kata Zients.

Saat ini hanya warga negara AS, penduduk, dan orang asing dengan visa khusus yang diizinkan masuk ke Amerika Serikat dari sebagian besar negara Eropa.

Dalam sebuah wawancara di Washington dengan AFP, Komisaris Eropa untuk pasar internal Thierry Breton mengatakan dia berharap kebijakan tersebut akan diperluas untuk mencakup vaksin AstraZeneca yang digunakan oleh banyak negara Eropa, yang belum disetujui oleh otoritas kesehatan AS.

Pembatasan tersebut telah sangat membuat kesal otoritas UE dan Inggris. Pada Senin, Uni Eropa merekomendasikan agar negara-negara anggota memberlakukan kembali pembatasan pada pelancong Amerika yang sebelumnya bebas masuk jika sudah divaksin. Breton mengatakan pembatasan itu tidak lagi masuk akal. (AFP/OL-13)

Baca Juga: Vietnam Beli 10 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Buatan Kuba

BERITA TERKAIT