21 September 2021, 08:30 WIB

AS akan Kembalikan Tablet Berusia 3.500 Tahun ke Irak


Basuki Eka Purnama | Internasional

AMERIKA Serikat (AS) akan mengembalikan tablet berusia 3.500 tahun, yang berisi kisah petualangan Gilgamesh kepada Irak. Tablet itu masuk ke AS secara ilegal. Hal itu dikatakan badan budaya PBB UNESCO, Senin (20/9).

Tablet kuno, yang dibeli seorang kolektor AS bersama sejumlah artefak Irak lainnya, yang saat ini dipamerkan di Museum Alkibat Washington, akan dikembalikan ke pemerintah Irak di Institut Smithsonian pada 23 September mendatang.

UNESCO menyebut pengembalian tablet itu, bersama 17 ribu artefak lainnya ke Irak, sejak Juli lalu, sebagai kemenangan penting dalam perang melawan perdagangan ilegal obyek budaya.

Baca juga: Penembakan di Sekolah AS, Dua Remaja Terluka

"Pencurian dan perdagangan artefak kuno terus menjadi sumber kunci pembiayaan kelompok teroris dan kelompok kriminal lainnya," ujar UNESCO dalam sebuah pernyataan resmi.

UNESCO menyebut kelompok Islamic State (IS) menguasai mayoritas wilayah Irak dan Suriah antara 2014 dan 2019. Mereka menjarah situs arkeologis dan museum di wilayah tersebut.

Fragmen tablet yang berisi mimpi dari legenda Gilgamesh itu merupakan salah satu dari artefak kuno asal Irak dan Timur Tengah yang dikumpulkan  oleh miliarder David Green, pemilik jaringan toko Hobby Lobby.

Artefak-artefak itu disita oleh Departemen Kehakiman AS pada 2019, dua tahun setelah Green membuka museum tentang sejarah Kristen di Washington. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT