20 September 2021, 20:43 WIB

Dapat Bahan Bakar Iran, Hizbullah makin Berkuasa di Libanon


Mediaindonesia.com |

PASOKAN bahan bakar dari Iran telah memasuki Libanon tanpa izin negara. Bantuan itu terwujud meskipun sanksi AS kepada kelompok Syiah Hizbullah. Ini semakin mengangkat status kelompok itu sebagai pemilik sumber energi utama di negara yang dilanda krisis itu.

"Peristiwa terbaru ini memberikan konfirmasi lain bahwa Hizbullah telah meningkatkan kekuasaannya secara signifikan atas negara Libanon," kata ilmuwan politik Karim Emile Bitar. "Bahkan tidak lagi berusaha bersembunyi di balik lapisan legalitas yang ditawarkan oleh lembaga resmi," katanya.

Libanon, yang bergulat dengan krisis keuangan terburuknya, gagal membayar utangnya tahun lalu dan tidak mampu lagi mengimpor barang-barang utama, termasuk bensin untuk kendaraan dan diesel untuk generator selama pemadaman listrik hampir sepanjang waktu. Kekurangan bahan bakar telah memaksa pengendara untuk mengantre berjam-jam, terkadang berhari-hari, di pom bensin.

Di sisi lain, pemadaman listrik telah membuat negara itu gelap gulita, melumpuhkan rumah sakit, sekolah, dan kantor pemerintah. Meskipun menjadi bagian integral dari negara dengan menduduki kursi di parlemen dan mendukung beberapa menteri, Hizbullah telah meratapi kegagalan negara dan bersumpah untuk turun tangan dengan solusinya sendiri.

Kelompok, yang ditetapkan oleh AS sebagai kelompok teroris dan merupakan satu-satunya milisi yang mempertahankan persenjataannya setelah perang Libanon 1975-1990, itu mengatur puluhan truk yang membawa bahan bakar Iran untuk memasuki Libanon melalui Suriah pekan lalu. Pengiriman tersebut tidak secara resmi disetujui oleh pemerintahnya dan truk masuk melalui penyeberangan ilegal untuk transaksi yang melanggar sanksi AS dan lainnya.

Langkah itu, meskipun yang pertama, sejalan dengan otonomi lama kelompok yang didukung Iran itu. Kelompok itu pun ditempatkan di Suriah pada 2013 dan berulang kali terlibat dalam konfrontasi militer dengan tetangga selatan, Israel.

"Langkah terakhir Hizbullah melemahkan negara dan persepsi negara," kata aktivis politik dan pakar energi Laury Haytayan kepada AFP.

Baca juga: Hizbullah: Kapal Tanker BBM Iran Berlayar ke Libanon

"Sangat jelas bahwa negara tidak dapat menghentikan Hizbullah. Negara mengawasi dan lumpuh dan tidak dapat mengambil tindakan apa pun." (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT