19 September 2021, 13:12 WIB

Israel Tangkap kembali Dua Buronan Palestina yang Terakhir


Nur Aivanni | Internasional

KEENAM buronan Palestina yang melarikan diri dari penjara Israel berkeamanan tinggi melalui terowongan yang digali di bawah wastafel akhirnya sudah ditangkap kembali. Tentara Israel mengatakan pada Minggu (19/9) bahwa mereka telah menangkap kembali dua buronan yang terakhir.

Para narapidana, yang ditahan karena serangan terhadap negara Yahudi, menjadi pahlawan di antara banyak orang Palestina ketika muncul laporan bahwa mereka telah menggali menggunakan alat-alat dasar seperti sendok. Seluruh persenjataan keamanan Israel dikerahkan untuk menangkap mereka, termasuk pesawat tak berawak, pos pemeriksaan di jalan, dan misi tentara ke Jenin sebagai daerah asal banyak buronan tersebut.

Perburuan besar-besaran berlangsung hampir dua minggu. Empat dari enam buronan ditangkap kembali pada pekan lalu.

Baca juga: Tahanan Palestina yang Kabur Mulai Gali Terowongan pada Desember

Dalam cuitan di Twitter pada Minggu, Pasukan Pertahanan Israel mengatakan dua yang terakhir telah menyerah setelah dikepung oleh pasukan keamanan yang bertindak tepat berdasarkan intelijen yang akurat. Kedua buronan itu, Ayham Kamamji, 35, dan Munadel Infeiat, 26, ialah anggota Jihad Islam sebagai gerakan Islam Palestina bersenjata.

Dalam pernyataan singkat kepada pers, militer mengatakan bahwa kedua buronan tersebut ditangkap dalam operasi gabungan dengan pasukan kontraterorisme di Jenin, Tepi Barat. Namun, tidak ada rincian lebih lanjut yang diberikan. Hanya, pernyataan itu mengatakan bahwa orang-orang tersebut saat ini sedang diinterogasi.

Keenam buronan itu merupakan anggota kelompok militan Palestina yang dihukum oleh pengadilan Israel karena merencanakan atau melakukan serangan terhadap orang Israel. Berasal dari Kafr Dan, dekat Jenin, Kamamji ditangkap pada 2006 dan dipenjara seumur hidup atas penculikan dan pembunuhan seorang pemukim muda Israel, Eliahu Asheri.

Baca juga: Sendok jadi Simbol Baru Perlawanan Bangsa Palestina

Infeiat, ditangkap tahun lalu, telah dipenjara beberapa kali sebelumnya karena perannya dalam kelompok bersenjata itu dan sedang menunggu hukuman pada saat melarikan diri. Empat orang lainnya yang ditangkap kembali pekan lalu termasuk Mahmud Abdullah Ardah, tersangka dalang pelarian tersebut, dan Zakaria Zubeidi, yang mengepalai sayap bersenjata gerakan Fatah Presiden Palestina Mahmud Abbas. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT