17 September 2021, 21:41 WIB

Tiongkok Berupaya Membatasi Waktu Bermain Gim Daring


Mediaindonesia.com | Internasional

Regulator Tiongkok tengah menyiapkan sebuah platform yang memungkinkan publik untuk melaporkan perusahaan gim yang diduga melanggar batasan waktu bermain gim daring yang telah ditetapkan untuk anak-anak.

Mengutip laporan Associated Press, Jumat (17/9), Administrasi Pers dan Publikasi Nasional Tiongkok menyiapkan platform tersebut. Nantinya pemegang kartu identitas Tiongkok dapat melaporkan pelanggaran dan memberikan bukti. Platform tersebut secara efektif memberikan kekuatan kepada publik untuk mengawasi perusahaan gim seperti Tencent dan NetEase.

Langkah ini mengikuti keputusan Tiongkok untuk memberlakukan batas waktu hanya tiga jam seminggu bagi anak di bawah umur untuk memerangi kecanduan gim pada anak-anak.

Perusahaan giim diharapkan untuk memberlakukan pembatasan satu jam gim daring pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu antara pukul 20.00 dan 21.00. Batas sebelumnya diperbolehkan 90 menit pada sebagian besar hari.

Situs website untuk keluhan konsumen atau pelaporan aktivitas ilegal dan berbahaya telah tersedia di Tiongkok, tetapi jarang ada platform yang berfokus pada pembatasan khusus dalam suatu industri.

Regulator mengatakan bahwa perusahaan gim bertanggung jawab untuk menegakkan pembatasan ini melalui sistem pendaftaran nama asli, yang akan memungkinkan mereka untuk membatasi waktu permainan bagi anak di bawah umur dan jumlah uang yang dapat mereka habiskan dalam suatu permainan.

Regulator juga telah memanggil perusahaan gim pada awal bulan ini dan mendesak mereka untuk menjaga kesehatan mental dan fisik anak-anak.

Perusahaan-perusahaan tersebut diperintahkan untuk membersihkan konten game mereka dan memastikan konten tersebut bebas dari nilai-nilai yang “keliru” seperti kekerasan.

Pihak berwenang Tiongkok berusaha untuk mengekang pengaruh yang dianggap “tidak sehat” bagi kaum muda, termasuk gim daring dan budaya penggemar selebriti yang “tidak rasional”.

Kampanye ini merupakan bagian dari dorongan Presiden Tiongkok Xi Jinping untuk “peremajaan nasional” bangsa yang lebih sehat dan lebih kuat. Kampanye ini juga memperluas pengaruh pemerintah dalam banyak aspek kehidupan, mulai dari ekonomi dan teknologi hingga budaya, pendidikan, agama, dan masyarakat. (Ant/OL-12)

 

BERITA TERKAIT