17 September 2021, 19:11 WIB

Arc de Triomphe Dibalut Kain Perak


Febby Saraswati | Internasional

PRESIDEN Prancis Emmanuel Macron menghadirkan pemandangan spektakuler di Paris, seluruh Arc de Triomphe setinggi 50 meter dibungkus kain. Hal ini memenuhi impian lama mendiang seniman Christo.

Tugu peringatan perang yang megah ini dibungkus dengan polipropilen daur ulang berwarna biru-perak seluas 25.000 meter persegi. Ini adalah tanda tangan seniman kelahiran Bulgaria Christo, yang meninggal tahun lalu, dan istri serta kolaboratornya Jeanne-Claude.

Mereka telah bermimpi akan monumen ini sejak menyewa apartemen di dekatnya pada 1960-an, tetapi tidak ada yang tertarik untuk melihat visi aneh mereka menjadi kenyataan.

“Kami memikirkan Christo dan Jeanne-Claude," kata Macron saat meresmikan karya seni dari atas monumen.

“Mereka pasti tergerak karena ini adalah puncak dari mimpi 60 tahun," ujar presiden.

Proyek ini dibantu oleh wali kota Paris Anne Hidalgo serta mantan wali kota New York Michael Bloomberg.

Baca juga: Ada Polusi Timbal dari Kebakaran Notre-Dame, Warga Tuntut Pemkot Paris

Christo menyelesaikan beberapa pekerjaan umum besar selama masa hidupnya, termasuk jembatan tertua di Paris pada tahun 1985 dan parlemen Jerman pada tahun 1995. Penyelesaian visinya untuk Arc, ikonik Prancis, diawasi oleh keponakannya Vladimir Javacheff yang berkoordinasi dengan museum Pompidou serta otoritas Prancis.

“Itu adalah mimpi yang gila dan Anda telah mencapainya, Vladimir. Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga," ungkap Macron.

Penghalang pelindung akan disingkirkan pada hari Sabtu (18/9), memungkinkan publik untuk melihat dari dekat monumen yang diubah. Pembungkus akan tetap di tempatnya hingga 3 Oktober.

"Christo selalu mengatakan bagian tersulit adalah mendapatkan izin," kata Javacheff kepada wartawan sambil tersenyum.

"Ketika Anda menyadari bahwa ini benar-benar hidup, bagi saya dan tim, ketika menyadari kerapuhan ini, keindahan ini, sungguh menakjubkan," imbuhnya.

Tidak semua orang menyambut baik proyek tersebut. Arsitek Carlo Ratti, teman Christo, menyampaikan membuang begitu banyak kain pada saat industri fesyen harus bertanggung jawab atas tingkat emisi karbon adalah hal yang salah.

Javacheff lantas mengatakan juka seluruh kain dapat didaur ulang bersama dengan setengah logam yang digunakan untuk perancah.

Di sisi lain, Menteri Kebudayaan Roselyne Bachelot menyebut ini adalah "sebuah bukti anumerta untuk seorang jenius artistik" dan "hadiah yang luar biasa untuk warga Paris, Prancis, dan untuk semua pecinta seni."

Bagi Christo, visinya Arc akan menjadi "seperti benda hidup yang dirangsang oleh angin dan memantulkan cahaya". Monumen ini dibangun oleh Napoleon untuk memperingati tentara yang gugur selama kampanye militernya.(AFP/OL-5)

BERITA TERKAIT