14 September 2021, 19:39 WIB

Indonesia Terus Bersiap Jadi Tuan Rumah Berbagai Acara Global   


Iis Zatnika | Internasional

Sebanyak 500 peserta dari para pelaku usaha pariwisata internasional akan menghadiri Global Tourism Forum Leaders Summit Asia pada 15-16 September di Jakarta secara langsung. Selain itu, diperkirakan lebih dari 1.000 peserta akan mengikutinya secara daring. 

Penyelenggaraan acara berskala internasional itu menjadi salah satu penanda kepercayaan masyarakat global terhadap situasi Indonesia serta diharapkan memicu pergerakan usaha wisata karena sedikitnya 2.000 orang terlibat dalam acara itu. "Karena acara forum sendiri hanya salah satu puncak gunung es, di balik itu, segala persiapan dan fasilitas yang digunakan telah menimbulkan dampak besar. Semoga acara ini bisa menimbulkan dampak yang sinifikan pada kondisi industri wisata di Indonesia," kata President of World Tourism Forum Institute (WTFI) Bulut Bagci. WTFI adalah pelaksana kegiatan yang menghadirkan 80 pemimpin dari berbagai negara yang bergerak di aneka sektor sebagai pemangku kepentingan industri wisata dalam jumpa media hari ini, Selasa (14/9). 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno yang juga akan menjadi pembicara pada acara yang untuk pertamakalinya digelar itu menyatakan apresiasinya pada para pembicara dan peserta dari mancanegara yang akan hadir. "Karena mereka yang datang harus berkomitmen untuk PCR dan menjalani karantina sebanyak 8 hari. Kegiatan ini semoga membuat kita semakin yakin Indonesia akan segera bangkit karena setelah ini Indonesia juga akan menyelenggarakan berbagai kegiatan global yaitu Konferensi Tingkat Tinggi G20 2022 serta tuan rumah Asia-Pacific Economic Cooperation Tourism Working Group (APEC-TWG) ke-59.

Sementara Chairman of Indonesia Tourism Forum Sapta Nirwandar menyatakan kegiatan ini juga sangat dinantikan Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) serta para anggotanya yang selama hampir dua tahun berlangsungnya pandemi tak bisa menjalankan usahanya secara maksimal. "Karena kalau bicara pariwisata dampaknya luar biasa, mulai seorang pegawai hotel hingga pemilik grup hotel sama-sama memiliki kepentingan bagi berjalannya kembali dunia usaha ini," kata Sapta seraya menyebutkan para pembicara terdiri atas pelaku usaha global, pimpinan daerah, jurnalis hingga menteri-menteri parwisata di Asean di antaranya Indonesia, Thailand, Singapura hingga Vietnam. 

Indonesia sendiri, kata Sandiaga terus mengalami pelandaian kasus dengan rekam jejak penanganan covid-19 yang terhitung terbaik di Asean serta berada di urutan 4 untuk cakupan vaksinasi. "Kendati begitu kita terus waspada, dengan  menerapkan aturan ketat termasuk di industri wisata, di antaranya cakupan vaksin minimal 70% di suatu wilayah sebelum destinasi wisatanya dibuka," ujar Sandiaga.  (*/X-6)

BERITA TERKAIT