14 September 2021, 11:25 WIB

Menlu RI: Soal Kemanusiaan di Afghanistan itu Prioritas Utama


Nur Aivanni | Internasional

MENTERI Luar Negeri Republik Indonesia (RI) Retno Marsudi menekankan bahwa keselamatan dan kehidupan masyarakat Afghanistan merupakan prioritas utama. Hal itu disampaikannya saat menghadiri secara virtual Pertemuan Tingkat Tinggi PBB untuk Situasi Kemanusiaan di Afghanistan, kemarin.

"Keselamatan dan kehidupan masyarakat Afghanistan adalah prioritas utama," kata Retno seperti dikutip dalam laman kemlu.go.id, Selasa (14/9). Pertemuan itu dilakukan secara virtual dan bertujuan untuk menggalang dukungan negara-negara bagi bantuan kemanusiaan di Afghanistan.

Pertemuan Tingkat Tinggi tersebut diselenggarakan oleh Sekjen PBB Antonio Guterres dan dihadiri oleh pejabat tinggi setingkat menteri dari seluruh negara anggota PBB dan organisasi internasional. Selain Menlu Retno, juga hadir para menlu dari 35 negara antara lain Jerman, Inggris, Turki, Pakistan, Iran, Uni Emirat Arab, dan Norwegia.

Dalam pembukaannya, Sekjen PBB menyampaikan bahwa kondisi kemanusiaan di Afghanistan telah menjadi salah satu krisis kemanusiaan terparah di dunia dalam sejarah. Situasi kemanusiaan itu semakin diperparah dengan adanya kekeringan, kerusakan infrastruktur layanan publik mendasar, serta pandemi covid-19.

Saat ini diperkirakan lebih dari 11 juta warga Afghanistan yang membutuhkan bantuan kemanusiaan darurat. Untuk itu, dibutuhkan setidaknya pendanaan sebesar USD 606 juta. Sekjen PBB pun mengimbau dukungan negara-negara, terutama membantu secara finansial untuk memastikan keberlangsungan bantuan bagi masyarakat Afghanistan yang membutuhkan.

Indonesia terus mengharapkan adanya pemerintahan yang inklusif, perlindungan HAM, dan upaya mencegah merebaknya terorisme di Afghanistan. Hal tersebut, sebagaimana digarisbawahi oleh Menlu Retno, adalah kondisi yang penting untuk tercapainya Afghanistan yang aman serta dapat memulihkan kembali kepercayaan komunitas internasional.

Terkait situasi kemanusiaan terkini, Menlu Retno menegaskan bahwa komunitas internasional memegang tanggung jawab untuk memastikan tersampaikannya bantuan secara cepat dan lancar.

"Indonesia berkomitmen memberikan bantuan sebesar USD 3 juta kepada masyarakat Afghanistan, melalui mitra lokal yang terpercaya," kata Menlu Retno sebagai dukungan konkret Indonesia.

Dari total bantuan tersebut, sebesar USD 150.000 diperuntukkan bagi bantuan kemanusiaan dalam situasi darurat. Sementara sebesar USD 2,85 juta ditujukan untuk mendukung pembangunan di Afghanistan selama 3 tahun ke depan, khususnya kesehatan, pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan pertambangan.

Menlu Retno pun menyampaikan komitmen berkelanjutan Indonesia untuk terus mendukung perbaikan dan pembangunan kembali Afghanistan. Menurutnya, solidaritas internasional dalam pertemuan tersebut merupakan momentum yang baik untuk mendorong positive leap bagi tercapainya perdamaian berkelanjutan bagi masyarakat Afghanistan.

Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, Indonesia telah secara konsisten memberikan bantuan bagi pembangunan di Afghanistan. Total bantuan yang telah disampaikan oleh Indonesia kepada Afghanistan hingga saat ini mencapai USD 10 juta. Kontribusi tersebut diberikan di antaranya melalui program kerja sama trilateral dan peningkatan kapasitas di bidang UMKM, pemberdayaan perempuan, pemerintahan yang baik, serta pengelolaan sumber daya alam di Afghanistan. (OL-13)

Baca Juga: Ancaman Tiga Varian Covid-19, Pemerintah Awasi Ketat Seluruh Pintu Masuk

BERITA TERKAIT