14 September 2021, 09:08 WIB

PM Palestina Sebut Krisis di Gaza Bersifat Politis


Nur Aivanni | Internasional

PERDANA Menteri Palestina Mohammed Ishtaye, Senin (13/9), menyebut krisis di Gaza bersifat politis dalam menanggapi rencana yang diusulkan Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid untuk menyelesaikan krisis kemanusiaan di Jalur Gaza.

"Krisis di Gaza bersifat politis, demikian juga krisis di Tepi Barat dan Jerusalem Timur," kata Ishtaye dalam pertemuan mingguan kabinet Otoritas Palestina, menurut pernyataan resmi yang dikeluarkan kantor berita Palestina WAFA.

Ishtaye mencatat bahwa yang dibutuhkan adalah jalur politik yang serius dan nyata yang bergantung pada hukum internasional dan resolusi PBB.

Baca juga: Warga Palestina Tusuk Dua Orang Israel sebelum Polisi Menembaknya

Dia juga menambahkan Palestina sedang mencari solusi politik untuk mengakhiri pendudukan militer di wilayah Palestina, menghentikan perluasan pemukiman, dan mencabut blokade yang diberlakukan Israel selama bertahun-tahun di Jalur Gaza.

Pada Minggu (12/9), media massa Israel melaporkan Lapid mengusulkan ekonomi baru untuk rencana keamanan untuk rekonstruksi Jalur Gaza.

Dia mengatakan Israel telah memberlakukan blokade di Jalur Gaza, membatasi impor dan ekspor barang dan terlibat dalam empat putaran serangan militer skala besar.

Rencana baru itu, klaim Lapid, bertujuan menciptakan stabilitas di kedua sisi perbatasan. (Xinhua/OL-1)

BERITA TERKAIT