14 September 2021, 09:02 WIB

Usai Uji Coba Rudal, Korea Utara Tetap akan Diajak Dialog oleh AS


 Nur Aivanni | Internasional

PIHAK Gedung Putih, pada Senin (13/9), mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) tetap siap untuk melakukan pembahasan dengan Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK), setelah Pyongyang menguji jenis baru rudal jelajah jarak jauh selama akhir pekan.

"Posisi kami tidak berubah ketika menyangkut Korea Utara," kata Wakil Sekretaris Pers Kepala Gedung Putih Karine Jean-Pierre kepada wartawan di atas Air Force One.

"Kami tetap siap untuk terlibat dalam diplomasi dengan DPRK menuju tujuan kami untuk denuklirisasi menyeluruh Semenanjung Korea," ucapnya.

Dia menegaskan kembali pendekatan praktis dan terkalibrasi pemerintahan Joe Biden dalam berurusan dengan Pyongyang, yang terbuka untuk mengeksplorasi diplomasi untuk membuat kemajuan praktis yang meningkatkan keamanan AS dan sekutunya.

"Tawaran kami tetap bertemu di mana saja, kapan saja tanpa prasyarat," tambah Jean-Pierre.

Untuk diketahui, Korea Utara berhasil menguji coba jenis baru rudal jelajah jarak jauh pada Sabtu (11/9) dan Minggu (12/9), lapor Korean Central News Agency (KCNA) pada Senin (13/9).

Rudal jelajah jarak jauh milik Korea Utara yang ditembakkan itu melesat di udara selama 7.580 detik di sepanjang orbit penerbangan di atas tanah teritorial dan perairan DPRK dan mencapai target sejauh 1.500 km, kata laporan itu.

"Kami mengetahui laporan peluncuran rudal jelajah ini," kata Sekretaris Pers Pentagon John Kirby dalam briefing pada Senin.

Dia mengatakan Amerika Serikat sedang berkonsultasi dengan sekutu regional dan memantau situasi. Komitmen keamanan AS ke Jepang dan Korea Selatan, tambahnya, sangat kuat. (Xinhua/Nur/OL-09)

BERITA TERKAIT