13 September 2021, 17:34 WIB

Selandia Baru Perpanjang Lockdown di Wilayah Auckland


Nur Aivanni | Internasional

PERDANA Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menyatakan bahwa wilayah Auckland masih dalam penguncian ketat. Langkah itu menyusul lonjakan kasus covid-19 dalam beberapa waktu terakhir, yang dipengaruhi penyebaran varian Delta.

Ardern menegaskan dua juta penduduk Auckland wajib mematuhi perintah tinggal di rumah. Mengingat, adanya kemunculan beberapa "kasus misterius", yang belum dikaitkan dengan klaster eksisting.

"Sejumlah kasus misteri ini masih terus berlanjut. Fakta bahwa kami menemukannya melalui pengawasan dan pengujian komunitas, daripada pelacakan kontak, adalah yang kami khawatirkan," jelas Ardern.

Baca juga: Selandia Baru akan Cabut Lockdown, Kecuali di Auckland

Otoritas Selandia Baru memberlakukan penguncian nasional pada 17 Agustus, ketika kasus pertama varian Delta yang sangat menular ditemukan. Namun, pekan lalu, perintah tinggal di rumah mulai dicabut di luar wilayah Auckland. Sebab, penyebaran kasus tertinggi terjadi di Auckland.

Ardern pun mengesampingkan pencabutan lockdown di Auckland sebelum 21 September. Akan tetapi, dia mengatakan bahwa kota itu harus menurunkan tingkat siaga pada sistem respons covid-19.

Baca juga: AS Sudah Berikan 380,2 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Dengan 33 kasus komunitas baru yang tercatat di Auckland pada Senin waktu setempat, Ardern menekankan bahwa pihaknya berhati-hati untuk mencabut pembatasans. "Jumlah (kasus) terus melonjak. Ini terbukti dalam tiga hari terakhir," pungkasnya.

Selandia Baru tengah mengejar strategi eliminasi "nol covid-19", yang berdampak pada hanya 27 kasus kematian di tengah populasi 5 juta penduduk. Negara itu sempat bebas dari kasus komunitas selama enam bulan, sebelum akhirnya varian Delta muncul pada Agustus lalu.(AFP/OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT