13 September 2021, 09:14 WIB

Menlu Israel Usulkan Rencana Pembangunan Gaza


Nur Aivanni | Internasional

MENTERI Luar Negeri Israel Yair Lapid, Minggu (12/9), mengusulkan rencana meningkatkan kondisi kehidupan di Gaza dengan imbalan ketenangan dari para pemimpin Hamas di daerah kantong itu.

Rencana tersebut, yang mencakup infrastruktur dan tunjangan pekerjaan, kata Lapid, bertujuan menunjukkan kepada warga Palestina di daerah kantong yang diblokade Israel bahwa tindakan kekerasan Hamas terhadap Israel adalah mengapa mereka hidup dalam kondisi kemiskinan, kekurangan, kekerasan, dan pengangguran yang tinggi, tanpa harapan.

Dia menekankan dirinya tidak menyerukan negosiasi dengan Hamas, karena Israel tidak berbicara dengan organisasi teror yang ingin menghancurkan mereka.

Baca juga: Israel Tangkap Kembali Empat Tahanan Palestina yang Kabur

Lapid, yang akan mengambil alih posisi perdana menteri dalam dua tahun sebagai bagian dari perjanjian rotasi jabatan, mengakui rencananya belum menjadi kebijakan resmi dalam pemerintahan koalisi delapan partai Israel. Akan tetapi, sambungnya, itu mendapat dukungan dari Perdana Menteri Naftali Bennett.

Dikatakan Lapid dalam pidatonya di Reichman University di Herzliya, pada tahap pertama dari rencana tersebut, infrastruktur di Gaza - wilayah miskin berpenduduk 2 juta orang - akan menerima peningkatan yang sangat dibutuhkan.

"Sistem listrik akan diperbaiki, gas akan terhubung, rencana desalinasi air akan dibangun, perbaikan signifikan pada sistem perawatan kesehatan dan pembangunan kembali infrastruktur perumahan dan transportasi akan dilakukan," katanya.

"Sebagai gantinya, Hamas harus berkomitmen untuk ketenangan dalam jangka panjang," tambahnya, seraya mencatat bahwa masyarakat internasional akan berperan dalam proses tersebut, terutama Mesir, di selatan Gaza.

"Itu tidak akan terjadi tanpa dukungan dan keterlibatan mitra Mesir kami dan tanpa kemampuan mereka untuk berbicara dengan semua orang yang terlibat," kata Lapid. 

Dia pun memperingatkan bahwa setiap pelanggaran yang dilakukan Hamas akan menghentikan proses atau mengembalikannya.

Jika tahap pertama berjalan lancar, Gaza kemudian akan melihat pembangunan pulau buatan di lepas pantainya yang akan memungkinkan pembuatan pelabuhan, dan "link transportasi" antara Gaza dan Tepi Barat akan dibuat.

Lapid mengatakan dia telah mempresentasikan rencana itu kepada mitra Israel di dunia Arab, serta ke Amerika Serikat (AS), Rusia dan Uni Eropa.

"Jika rencana ini memiliki peluang untuk berhasil dan mendapat dukungan luas, saya akan mengusulkannya kepada pemerintah sebagai posisi resmi," katanya.

Hanya beberapa jam setelah pernyataan Lapid tersebut, tentara Israel mengatakan telah mencegat roket yang diluncurkan dari Gaza menuju Israel selatan. Itu merupakan insiden ketiga dalam beberapa hari terakhir. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT