12 September 2021, 06:53 WIB

Israel Tangkap Kembali Empat Tahanan Palestina yang Kabur


Nur Aivanni | Internasional

ISRAEL telah menangkap kembali empat dari enam militan Palestina yang melarikan diri dari penjara dengan keamanan tinggi, awal pekan ini.

Sejak para narapidana itu melarikan diri dari penjara Gilboa di Israel utara, Senin (6/9) lalu, tentara telah mengerahkan pasukan ke Tepi Barat yang diduduki untuk melakukan perburuan besar-besaran.

Pada Sabtu (11/9), polisi mengatakan dua buronan terakhir yang ditangkap kembali, termasuk seorang mantan pemimpin militan terkemuka, ditemukan bersembunyi di sebuah tempat parkir truk di luar Nazareth di Israel utara.

Baca juga: PM Israel Tuding Iran Bohong tentang Program Nuklir

Zakaria Zubeidi, 46, memimpin sayap bersenjata gerakan Fatah pimpinan Presiden Palestina Mahmud Abbas di Kota Jenin, Tepi Barat. 

Mohammad Ardah, 39, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada 2002 karena perannya dalam sayap bersenjata Jihad Islam.

"Perburuan dua buronan lainnya terus berlanjut," kata polisi.

Sebelumnya, Jumat (10/9) malam, polisi telah menangkap kembali anggota Jihad Islam Yaqub Qadri, 48, dan Mahmud Abdullah Ardah, 45. Yang terakhir adalah tersangka dalang dari pelarian tersebut.

"Polisi menemukan (dua buronan) dan mengejar mereka dengan helikopter," kata pernyataan polisi. "Mereka tidak memberikan perlawanan ketika mereka ditangkap di selatan Nazaret."

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett memuji operasi yang gigih tersebut yang telah berhasil menangkap kembali empat narapidana tersebut.

"Kewaspadaan yang tinggi harus terus berlanjut hingga penangkapan kembali dua tahanan yang tersisa," tambahnya. 

Kedua buronan yang dimaksud adalah anggota Jihad Islam Ayham Kamamji, 35, dan Munadel Infeiat, 26.

Media Israel mengatakan penduduk memberi tahu polisi setelah melihat dua pria mencari makanan di tempat sampah.

Tidak lama setelah penangkapan kembali buronan tersebut diumumkan pada Jumat, tentara mengatakan bahwa sebuah roket telah ditembakkan ke Israel selatan dari Jalur Gaza, tetapi dicegat oleh pertahanan udara.

Roket kedua dari Gaza, kata tentara, ditembakkan ke Israel selatan pada Sabtu (11/9) malam, tetapi juga dicegat oleh pertahanan udara.

Polisi dan tentara Israel telah melakukan operasi pencarian besar-besaran untuk enam tahanan sejak mereka melarikan diri melalui terowongan yang digali di bawah wastafel yang ada di dalam sel.

Menteri Keamanan Publik Israel Omer Bar-Lev mengatakan di televisi, Sabtu (11/9), bahwa setidaknya satu dari dua tahanan yang masih buron mungkin telah berhasil masuk ke wilayah Palestina. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT