04 September 2021, 10:16 WIB

Google Kunci Sementara Surel Pemerintah Afghanistan


Basuki Eka Purnama | Internasional

GOOGLE untuk sementara mengunci sejumlah akun surel milik pemerintah Afghanistan untuk mengatasi kekhawatiran terkait jejak berkas digital yang ditinggalkan mantan pejabat pemerintahan.

Dalam keterangan tertulis, Jumat (3/9), Google mengonfirmasi akun pemerintah Afghanistan dikunci dan mereka sedang memantau situasi di negara tersebut sambil 'melakukan langkah sementara untuk mengamankan akun-akun yang relevan'.

Salah seorang mantan pegawai pemerintahan Afghanistan menyatakan Taliban berupaya mengambil akun surel mantan pejabat. Narasumber yang dirahasiakan itu, bulan lalu, menyatakan Taliban memintanya untuk menjaga data yang disimpan di kementerian tempat dia bekerja dulu.

Baca juga: Inggris Beri Dana Bagi Negara Tetangga Afghanistan yang Tampung Pengungsi

Sejak pemerintahan Afghanistan jatuh ke tangan Taliban, muncul kekhawatiran basis data biometrik mungkin dieksploitasi untuk mencari musuh kelompok tersebut.

Rekam jejak surat-menyurat yang tersedia secara publik menunjukkan puluhan lembaga pemerintahan Afghanistan menggunakan server milik Google untuk surat elektronik resmi, antara lain Kementerian Keuangan, Industri, Pendidikan Tinggi dan Pertambangan.

Protokol presidensial Afghanistan juga menggunakan Google, begitu juga sejumlah pemerintah lokal.

Menguasai pangkalan data dan email pemerintah dapat mengungkapkan informasi tentang para pegawai di pemerintahan sebelumnya, mantan menteri, kontraktor pemerintah, suku yang menjadi sekutu, sampai mitra asing.

Rekam jejak publik juga menunjukkan sejumlah lembaga pemerintahan menggunakan layanan email dari Microsoft Corp. Perusahaan tersebut menolak memberikan keterangan soal langkah apa saja yang mereka lakukan. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT