03 September 2021, 13:35 WIB

Ribuan Warga Thailand Turun ke Jalan Tuntut PM Mundur


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

RIBUAN orang menggelar aksi protes di pusat kota Bangkok, Thailand menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha. Mereka mengatakan akan kembali setiap hari sampai Prayut lengser.

Demonstrasi di persimpangan Asoke di pusat Bangkok, Kamis (2/9) merupakan salah satu pertemuan terbesar tahun ini. Padahal mereka sudah diperingati dari polisi pada hari sebelumnya, kalau protes dilarang karena pembatasan covid-19.

Protes terhadap PM Prayut mendapatkan momentum sejak akhir Juni, dimana kelompok-kelompok yang meminta pemecatannya tahun lalu kembali, dengan dukungan yang lebih luas dari orang-orang yang marah atas situasi virus korona yang memburuk.

Thailand telah mencatat lebih dari 1,2 juta infeksi dan 12.103 kematian, akibat covid-19 sejak pandemi dimulai tahun lalu. Dimana sebagian besar kasus dan kematian terjadi sejak April tahun ini.

Demonstrasi juga terjadi saat Prayut menghadapi perdebatan di parlemen yang dimulai awal pekan ini. Oposisi menuduh perdana menteri dan lima menteri kabinet lainnya melakukan korupsi, salah urus ekonomi, dan ceroboh dalam menanggapi virus korona.

Prayut dan para menterinya telah menampik tuduhan oposisi dan membela kinerja mereka di depan parlemen.

Mereka diperkirakan akan selamat dari mosi tidak percaya yang dijadwalkan Sabtu (4/9), karena mayoritas parlemen koalisi yang berkuasa, tetapi para pengunjuk rasa mengatakan mereka akan terus menekan Prayut.

"Anggota parlemen harus memilih antara rakyat dan Prayut yang gagal, menyebabkan kerugian dan kematian lebih dari 10.000 orang," kata Nattawut Saikua, salah satu tokoh demonstran.

"Jika Prayut meloloskan mosi tidak percaya dan tetap menjadi perdana menteri, kami akan terus mengusirnya," imbuhnya.

Sementara demonstrasi di Asoke berlangsung damai, sekelompok kecil pengunjuk rasa anti-pemerintah menyalakan petasan dan membakar ban mobil pada hari Kamis di dekat kediaman perdana menteri di bagian lain kota. (CNA/OL-13)

Baca Juga: PM Jepang Yoshihide Suga Dikabarkan akan Mundur

BERITA TERKAIT