03 September 2021, 13:08 WIB

PM Jepang Yoshihide Suga Dikabarkan akan Mundur


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

PERDANA Menteri (PM)) Jepang Yoshihide Suga tidak akan mencalonkan diri kembali dalam pemilihan kepemimpinan Partai Demokrat Liberal (LDP) yang dijadwalkan bulan ini dan mengakhiri kepemimpinannya selama satu tahun. Informasi tersebut dilaporlan media lokal pada Jumat (3/9).

Presiden LDP dari partai berkuasa biasanya yang dipilih otomatis menjabat Perdana Menteri Jepang.

Sampai sekarang, mantan Menteri Luar Negeri  (menlu) Jepang  Fumio Kishida telah mengisyaratkan niatnya untuk mengikuti pemilihan, yang ditetapkan pada 29 September 2021.

Kishida mulai mengampanyekan dengan meluncurkan progra, strategi Covid-19, termasuk paket bantuan besar-besaran, pada Kamis (2/9).

Suga, yang mendapat peringkat persetujuan 70% ketika menggantikan Shinzo Abe yang mengundurkan diri karena kesehatannya memburuk pada September 2020.

Namun, kini Suga telah mengalami penurunan jumlah dukungan menjadi sekitar 30% atas kebijakannya dalam menangani Covid-19 yang dinilai kurang berhasil.

LDP menindaklanjuti kekalahan dalam tiga pemilihan sela nasional pada bulan April 2021 dengan penampilan yang lebih buruk dari perkiraan dalam pemilihan Majelis Metropolitan Tokyo pada bulan Juli. Bulan lalu, sekutu dekatnya kalah dalam pemilihan wali Kota Yokohama.

Hal ini menyebabkan persepsi di dalam LDP bahwa Suga tidak dapat memenangi pemilihan, karena anggota dewan dan anggota parlemen junior berusaha menjauhkan diri darinya.

Pada jumpa pers di Kantor PM Jepang, Jumat (3/9), Suga mengatakan dirinya tak akan mencalonkan lagi sebagai Ketua LDP dan otomatis akan melepas jabatannya sebagai PM. 

Setelah hanya satu tahun menjabat PM, Suga akan diketahui apakah yang kembali melanjutkan untuk memegang jabatan PM atau melepasnya. 

Terkait rencana pengunduran Suga sebagai PM,  saham Jepang mengalami lonjakan pada Jumat ((3/9), dengan indeks Topix yang luas mencapai level tertinggi tiga dekade setelah berita tersebut.

Indeks Topix melonjak sebanyak 1,8 persen karena perdagangan dilanjutkan setelah istirahat tengah hari, naik ke level tertinggi sejak 1991. Nikkei 225 Stock Average menguat sebanyak 2,1 persen. Ekuitas lokal adalah yang berkinerja terbaik di Asia pada hari itu.

Pasar telah berlomba pekan ini di tengah harapan untuk pemerintahan yang lebih kuat menjelang persaingan kepemimpinan partai yang berkuasa dan pemilihan umum akhir tahun ini. (Aiw/CNA/OL-09)

BERITA TERKAIT