28 August 2021, 06:25 WIB

Italia Berlakukan Kembali Pembatasan Covid-19 di Sisilia


Nur Aivanni | Internasional

ITALIA, pada Jumat (27/8), mengumumkan kembalinya beberapa pembatasan akibat virus korona untuk Sisilia. Itu adalah pertama kalinya tindakan tersebut diterapkan kembali di tingkat regional sejak awal musim panas.

Mulai Senin, masker akan kembali diperlukan saat berada di luar dan di dalam ruangan di pulau itu. Pengunjung restoran akan dibatasi pada kelompok empat orang menyusul peningkatan kasus covid-19.

"Saya baru saja menandatangani dekrit baru yang menjadikan Sisilia sebagai zona kuning," kata Menteri Kesehatan Roberto Speranza.

"Ini penegasan bahwa virus belum dikalahkan," ucapnya sembari menekankan pentingnya kampanye vaksin dan perilaku individu seperti menjaga jarak sosial.

Sisilia akan digolongkan sebagai zona "kuning", tingkat terendah kedua dalam sistem klasifikasi empat tingkat berdasarkan tingkat infeksi covid-19 dan penerimaan di rumah sakit.

Baca juga: Italia Setujui Vaksin Moderna untuk Remaja

Selama dua bulan, semua wilayah Italia telah digolongkan sebagai zona "putih" dengan risiko terendah, tetapi penyebaran varian Delta yang sangat menular telah memicu kekhawatiran.

Sejak awal Agustus, Italia telah mewajibkan adanya bukti vaksinasi, pemulihan baru-baru ini dari virus korona atau hasil tes negatif untuk orang yang ingin makan di dalam ruangan atau memasuki museum dan acara olahraga.

"Green Pass" juga akan menjadi wajib bagi guru dan saat menggunakan kereta api serta pesawat mulai 1 September.

Namun, tindakan lebih lanjut dianggap perlu di Sisilia, di mana tingkat vaksinasi lebih rendah dari rata-rata nasional dan tempat orang berbondong-bondong untuk musim panas.

Italia adalah negara Eropa pertama yang terkena virus korona dan telah menderita parah, dengan mencatat lebih dari 129.000 kematian sejauh ini, jumlah tertinggi di Uni Eropa.

Namun kampanye vaksinasi telah berjalan dengan cepat, dengan hampir 69 persen populasi di atas usia 12 tahun saat ini telah divaksin lengkap. (AFP/OL-5)

BERITA TERKAIT