27 August 2021, 07:59 WIB

PM Selandia Baru Kutuk Serangan Bom di Bandara Kabul


Basuki Eka Purnama |

PERDANA Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengutuk serangan keji di bandara Kabul dan mengatakan penerbangan pengungsi terakhir dari Afghanistan telah berangkat sebelum ledakan terjadi.

Kelompok IS bersenjata melakukan serangan bunuh diri di gerbang yang penuh sesak di Bandara Internasional Hamid Karzai, Afghanistan, Kamis (26/8).

Serangan bom itu menewaskan sejumlah warga sipil dan 12 tentara Amerika Serikat (AS) dan membuat kacau proses pengangkutan udara puluhan ribu warga Afghanistan, yang berupaya keras meninggalkan negara itu.

Baca juga: Ada Ledakan di Kabul, Biden Tunda Pertemuan dengan PM Israel

"Kami mengutuk keras apa yang merupakan serangan tercela terhadap banyak keluarga dan individu tidak berdosa yang hanya ingin mencari keselamatan dari situasi yang sangat sulit dan rapuh di Afghanistan," kata Ardern dalam sebuah pernyataan.

Sejauh ini, 276 warga negara dan penduduk tetap Selandia Baru, keluarga mereka, serta orang-orang pemegang visa telah dievakuasi dari Kabul menuju Selandia Baru, kata Wellington dalam sebuah pernyataan.

Sekelompok lagi, yang terdiri dari 100 orang, termasuk warga Selandia Baru dan Australia, dievakuasi dalam penerbangan terakhir Pasukan Pertahanan Selandia Baru keluar dari Kabul.

"Tugas kami selanjutnya adalah mempertimbangkan apa yang bisa dilakukan bagi mereka yang masih berada di Afghanistan. Tugas itu tidak akan bisa cepat atau mudah," pungkas Ardern. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT