26 August 2021, 20:34 WIB

Permusuhan ISIS terhadap Taliban


Mediaindonesia.com | Internasional

ISIS dan Taliban dianggap sebagai militan Islam suni garis keras. Mereka berbeda dalam hal-hal kecil terkait agama dan strategi, sambil mengklaim sebagai pembawa bendera jihad yang sebenarnya.

Perselisihan itu menyebabkan pertempuran berdarah di antara keduanya. Taliban muncul sebagai pemenang sebagian besar pertempuran setelah 2019. ISIS-Khorasan gagal mengamankan wilayah seperti yang dialami kelompok induknya di Timur Tengah.

Sebagai tanda permusuhan antara dua kelompok jihad, ISIS menyebut Taliban sebagai murtad atau orang yang keluar dari Islam. Karenanya, ISIS menganggap negatif terhadap kemenangan Taliban di Afghanistan.

ISIS sangat kritis terhadap kesepakatan tahun lalu antara Washington dan Taliban yang mengarah pada kesepakatan untuk menarik pasukan asing. Mereka menuduh Taliban mengabaikan tujuan jihad.

Menyusul pengambilalihan kilat oleh Taliban atas Afghanistan, sejumlah kelompok jihad di seluruh dunia memberi selamat kepada mereka, tetapi bukan ISIS. Satu komentar ISIS diterbitkan setelah jatuhnya Kabul menuduh Taliban mengkhianati jihadis dengan kesepakatan penarikan AS dan bersumpah untuk melanjutkan perjuangannya, menurut SITE Intelligence Group, yang memantau komunikasi militan.

"ISIS-K ialah musuh bebuyutan Taliban. Mereka memiliki sejarah pertempuran satu sama lain," kata Presiden AS Joe Biden, Minggu.

Baca juga: Ancaman ISIS di Afghanistan

"Tetapi setiap hari kami memiliki pasukan di lapangan. Pasukan ini dan warga sipil tak berdosa di bandara menghadapi risiko serangan dari ISIS-K." Beberapa transportasi militer yang lepas landas dari bandara Kabul dalam beberapa hari terakhir terlihat meluncurkan suar, yang biasanya digunakan untuk menarik rudal pencari panas. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT