25 August 2021, 13:10 WIB

SIF Konsisten Bina Pelaku Wirausaha dari Berbagai Negara Lewat Program YSE Global


Mediaindonesia.com | Internasional

SEBANYAK lima belas tim usaha sosial, yang terdiri dari 32 peserta dari tujuh negara, telah terpilih untuk mengikuti tahap akhir program Young Social Entrepreneurs (YSE) Global 2021 yang diadakan oleh Singapore International Foundation (SIF).

Program YSE Global, yang kini memasuki tahun ke-12, bertujuan untuk menginspirasi, membekali, dan memungkinkan kaum muda dari seluruh dunia untuk memulai atau mengembangkan usaha sosial mereka di Singapura dan negara-negara lainnya. Peserta mempelajari keterampilan baru yang memberdayakan mereka untuk membentuk dan memperkuat model bisnis sambil membangun jaringan profesional untuk potensi kolaborasi dan pertumbuhan berkelanjutan.

Baca juga: Ajang Penabur Apprentice Mengasah Wirausaha Sejak Dini

Tim yang maju ke tahap selanjutnya dipilih dari 41 tim, terdiri dari 92 peserta dari 16 negara yang mengikuti YSE Global 2021 – Workshop, serangkaian webinar dan klinik bisnis virtual yang dirancang oleh SIF untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menjalankan bisnis yang baik secara sosial.

ACAa yang diselenggarakan dari 13 Juli hingga 20 Agustus itu adalah kali kedua program ini dilakukan sepenuhnya secara online. Para peserta mempresentasikan rencana bisnis mereka kepada panel juri pada hari terakhir Workshop dan dinilai berdasarkan potensi dampak sosial yang signifikan, serta kesanggupan akan keberlanjutan dan skalabilitas model bisnis.

Ide-ide bisnis yang mereka berikan merupakan usaha untuk berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang ditentukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, seperti mengatasi perubahan iklim, mempromosikan pendidikan berkualitas yang inklusif dan merata untuk semua, serta memanfaatkan teknologi untuk memberdayakan masyarakat yang rentan.

“Pengusaha sosial memainkan peran penting sebagai agen perubahan di masyarakat. Mereka didorong oleh tujuan dan tanpa henti mengejar peluang baru untuk mengatasi masalah sosial yang perlu ditangani secepatnya. Dalam krisis global saat ini, kita membutuhkan wirausahawan sosial lebih dari sebelumnya. Mereka mengkatalisasi upaya komunitas yang akan membantu kita mengatasi tantangan dan mendorong kita menuju masa depan berkelanjutan. Saya berharap para peserta ini akan terus memelihara jaringan YSE, saling mendukung dalam perjalanan kewirausahaan sosial, dan berhasil dalam mengejar tujuan, keuntungan, dan keinginan mereka,” ujar Menteri Negara Kebudayaan, Masyarakat dan Pemuda, serta Perdagangan dan Industri Singapura, Alvin Tan.

Tahun ini, para peserta menghadiri sesi analisis data, keuangan dan pengukuran dampak, memperoleh keterampilan dan keahlian yang dibutuhkan untuk menjadi wirausahawan sosial yang efektif. Anggota jaringan alumni YSE Global dari India, Indonesia, Malaysia, dan Singapura juga kembali untuk berbagi pengalaman berharga mereka dan mengadakan workshop yang membentuk pemikiran.

Melalui serangkaian kegiatan yang dilakukan secara online, para peserta juga terhubung dengan rekan-rekan yang mempunyai visi yang sama dari berbagai negara, memperoleh pemahaman lintas budaya yang lebih dalam, menjalin pertemanan baru dan menjalin hubungan bisnis yang bermanfaat.

Selama enam bulan ke depan, tim terpilih akan dibimbing oleh konsultan bisnis terkemuka dari McKinsey & Company, Temasek International, dan pengusaha-pengusaha sukses yang relevan dengan sektor mereka. Para tim tersebut akan bekerja dengan mentor mereka untuk mempertajam ketajaman bisnis dan memperluas perspektif budaya mereka melalui rangkaian kegiatan secara online untuk belajar tentang ekosistem kewirausahaan sosial di berbagai kota di Asia.

“Menghubungkan orang-orang dari budaya yang berbeda untuk menginspirasi kolaborasi dan tindakan untuk kebaikan adalah fokus dari kegiatan yang dilakukan oleh SIF. Melalui program YSE Global, kami memanfaatkan semangat dan tujuan kaum muda sebagai warga dunia untuk memicu perubahan sosial yang positif,” ujar Jean Tan, Executive Director SIF. 

Para peserta terpilih juga antusias untuk mengikuti rangkaian perjalanan YSE mereka selanjutnya. “Saya bergabung dengan program YSE Global karena saya tahu bahwa saya akan memiliki akses ke jaringan yang merupakan para “penggerak dan penggebrak (mover & shaker),” kata Agita Pasaribu, Founder and Executive Director Bullyid App dari Indonesia.

“Program ini memperkenalkan kami kepada para pelaku pasar dari Singapura dan seluruh dunia, memberikan pengalaman yang membuka mata saya dan tim. Sangat menyenangkan menjadi bagian dari jaringan global wirausahawan sosial muda dan saya merasa telah belajar banyak dari rekan-rekan peserta, serta para pembicara workshop," Eddie Lim, Co-Founder and CEO of Thryft.

Program unggulan yang diadakan oleh SIF ini telah membina lebih dari 1.200 alumni dari 39 negara dan jaringan global dari 525 perusahaan sosial. Studi SIF mengenai Building a Better World through Good Business telah mengevaluasi dampak program terhadap alumni dan usaha sosial mereka dari 2010 hingga 2019.

Dari sana, ditemukan bahwa 75% usaha sosial tumbuh dari tahap persiapan hingga rintisan setelah bergabung program YSE, sementara 86 persen tim yang didanai masih beroperasi. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT