23 August 2021, 07:23 WIB

16 Orang Tewas akibat Banjir di Negara Bagian Tennessee AS


Nur Aivanni | Internasional

BANJIR yang melanda negara bagian Tennessee, AS, menewaskan 16 orang dan puluhan lainnya hilang.

Pada Sabtu (21/8), Tennessee dihantam oleh apa yang para ahli meteorologi sebut sebagai badai dan banjir bersejarah, yang menyebabkan curah hujan setinggi 15 inci atau lebih (38 sentimeter).

Jalan pedesaan, jalan raya negara bagian dan jembatan tersapu dan terjadi pemadaman listrik yang meluas hingga berdampak pada ribuan orang. Pada pukul 15.00 waktu setempat pada hari Minggu (22/8), Departemen Kesehatan Tennessee mengonfirmasi 16 kematian terkait cuaca di Humphreys County.

Namun, pihaknya memperingatkan angka itu masih awal dan menunggu pembaruan lebih lanjut dari pejabat medis setempat.

Surat kabar Nashville The Tennesseean melaporkan korban tewas 21 orang, yang mengutip divisi manajemen darurat Humphreys County. Operasi pencarian dan penyelamatan berlanjut pada hari Minggu, dengan pekerja pergi dari rumah ke rumah untuk mencari korban atau mereka yang membutuhkan bantuan.

Baca juga: Penembakan di Sebuah Sekolah di Tennessee, Satu Orang Tewas

Humphreys County berada di pusat negara bagian, sekitar 90 menit berkendara ke barat Nashville.

Dalam konferensi pers pada sore hari di Washington, Presiden AS Joe Biden memulai dengan mengungkapkan bela sungkawa terdalam atas hilangnya nyawa yang tiba-tiba dan tragis di Tennessee.

"Saya telah meminta administrator FEMA (Federal Emergency Management Agency) untuk berbicara dengan Gubernur (Bill) Lee dari Tennessee segera," katanya.

Dia pun menawarkan bantuan yang diperlukan.

Kepala Polisi Humphreys County Chris Davis mengatakan korban tewas termasuk dua balita. Davis juga kehilangan seorang teman akibat banjir tersebut.

"Mereka baru saja pergi dan mendapatkan salah satu teman terbaik saya dan memulihkannya. Dia tenggelam," katanya.

"Ini sulit, tapi kami akan bergerak maju," ucapnya.

Disampaikannya, sekitar enam anak juga hilang. Pihak berwenang memberlakukan jam malam. Foto-foto yang diunggah di media sosial menunjukkan deretan rumah hampir terendam air banjir berwarna cokelat, mobil-mobil terbalik atau bertumpuk satu sama lain, dan jalan-jalan tertutup lumpur dan puing-puing. Dan, satu gambar menunjukkan satu orang tengah duduk di atap, menunggu untuk diselamatkan. (AFP/OL-5)

BERITA TERKAIT