22 August 2021, 20:43 WIB

Badai Henri Landa Pantai Timur AS


Nur Aivanni | Internasional

PANTAI Timur AS, termasuk New York City, berada dalam status siaga akibat ancaman badai Henri, yang bisa menjadi badai pertama dalam 30 tahun yang melanda kawasan New England.

Prakiraan cuaca memperingatkan angin kencang, hujan deras, risiko banjir bandang, dan gelombang laut saat badai bergejolak di Atlantik, yang memiliki kecepatan angin maksimum mendekati 75 mil (120 kilometer) per jam.

Cuaca buruk yang mendahului kedatangan Henri memaksa konser di Central Park yang bertabur bintang yang disebut sebagai "kepulangan" bagi New York City yang dihantam pandemi covid-19.

Gubernur New York Andrew Cuomo mengumumkan keadaan darurat dan pengerahan 500 tentara Garda Nasional untuk mengantisipasi tanggapan darurat. "Ini sama seriusnya dengan serangan jantung," kata dia memperingatkan.

Cuomo mengatakan badai itu diperkirakan akan tiba di Long Island, yang merupakan kawasan desa-desa mewah Hamptons tempat orang-orang kaya New York beristirahat di musim panas, pada Minggu (22/8) tengah hari.

"[Badai] ini akan berlangsung sekitar 26 jam," tambah Cuomo. Dia juga memperkirakan akan ada "pemadaman listrik" dan "banjir yang signifikan" di beberapa pinggiran kota.

New York City sendiri diperkirakan tak akan tersentuh Badai Henri meski masih dapat menyebabkan kondisi badai tropis di Kota Big Apple itu mulai Sabtu (21/8) malam.

Sejumlah dampak dari cuaca buruk itu terjadi selama konser di Central Park. Seorang penyiar memotong lagu Barry Manilow untuk meminta orang-orang yang tengah bersuka ria untuk mengevakuasi diri dengan tenang ke pintu keluar terdekat.

"Saya kira untuk keamanan itu masuk akal. Maksud saya, saya bisa mendengar guntur," kata salah satu penonton konser, Maria Fuentes.

Pusat Badai Nasional AS (NHC) memperingatkan gelombang badai yang berbahaya, kondisi badai dan banjir di wilayah selatan New England dan Long Island, sambil mengonfirmasi bahwa badai terus bergerak ke utara pada pukul 23.00 waktu setempat dengan kecepatan lebih dari 20 mil per jam.

Baca juga : Badai Grace Hantam Meksiko, Tewaskan 8 Orang

Lembaga Cuaca Nasional (NWS) mengatakan Badai Henri diperkirakan akan tetap menjadi badai Kategori 1 di daratan. Badai ini diperkirakan akan membuat curah hujan tiga hingga enam inci atau 7,5 hingga 15 sentimeter di seluruh wilayah, dengan total maksimum yang terisolasi mendekati 10 inci.

Lembaga itu juga memperingatkan bahwa hujan deras dapat mengakibatkan banjir bandang perkotaan hingga banjir di sungai.

Pejabat di New England (yang meliputi Connecticut, Maine, Massachusetts, New Hampshire, Rhode Island dan Vermont) telah memperingatkan warga untuk bersiap menghadapi badai.

"Semua warga disarankan untuk memulai persiapan badai hari ini, dan memperhatikan cuaca setempat," kata kantor Gubernur Massachusetts Charlie Baker, Jumat (20/8).

Masachusetts akan menutup taman dan pantai pada Sabtu (21/8) hingga Senin (23/8), serta melakukan pemadaman listrik yang berdampak pada 300 ribu warganya.

Jika tetap pada jalurnya saat ini dan mempertahankan kekuatannya, Badai Henri akan menjadi badai pertama yang secara langsung menghantam kawasan New England dalam 30 tahun terakhir.

"Badai terakhir yang mendarat di New England adalah Badai Bob pada 1991," kata Dennis Feltgen, juru bicara NHC, kepada AFP. Badai itu sendiri menewaskan sedikitnya 17 orang.

"Terakhir kali kami mengeluarkan peringatan badai untuk daerah itu adalah untuk Badai Irene, pada akhir Agustus 2011," kicau NWC.

Badai terakhir yang mendarat di Long Island adalah Badai Gloria pada 1985. Pantai-pantai di New York pun diperintahkan untuk ditutup pada Minggu (22/8) dan Senin (23/8) karena ada peringatan angin kencang dan kemungkinan gelombang badai, serta banjir bandang di jalan-jalan.

Peringatan tersebut mengingatkan warga terhadap Badai Sandy, badai yang lebih kuat yang mematikan listrik di sebagian besar Manhattan dan membanjiri kereta bawah tanah pada tahun 2012. (AFP/OL-2)

 

BERITA TERKAIT