15 August 2021, 17:49 WIB

PM Malaysia Dikabarkan Mau Mengundurkan Diri


Nur Aivanni | Internasional

PERDANA Menteri (PM) Malaysia Muhyiddin Yassin akan mengajukan pengunduran diri kepada Raja Malaysia Sultan Abdullah Ahmad Shah pada Senin (16/8) besok.

Akan tetapi, dia menyatakan kepada penguasa bahwa pakta Perikatan Nasional (PN) tetap menjadi blok terbesar di parlemen. Beberapa media lokal melaporkan bahwa Menteri di Departemen Perdana Menteri, Redzuan Yusof, menyebut PM Malaysia mengumumkan keputusannya saat bertemu dengan anggota parlemen dari Parti Pribumi Bersatu Malaysia di Kuala Lumpur.

"Kami baru saja menyelesaikan rapat. Besok, akan ada rapat kabinet khusus. Setelah itu, dia akan menuju Istana Negara untuk mengajukan pengunduran dirinya," ujar Redzuan kepada situs berita Malaysiakini. 

Baca juga: Unjuk Rasa Tuntut Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Mundur

"Terserah Raja untuk menggunakan kebijaksanaannya untuk membuat keputusan. Kami memiliki 100 anggota parlemen," tambahnya.

Sementara itu, masih kurang dari 111 anggota parlemen yang dibutuhkan untuk mayoritas parlemen. Angka tersebut masih lebih besar dari koalisi Pakatan Harapan (PH), yang beranggotakan 88 orang dengan pemimpin oposisi Anwar Ibrahim.

Kepada wartawan, Datuk Seri Redzuan menyatakan bahwa pihaknya akan tunduk pada konstitusi. Para pemimpin Bersatu juga mengonfirmasi bahwa Muhyiddin siap untuk mengundurkan diri. Namun, juga akan memberi tahu Raja selama audiensi terkait beberapa opsi.

"Muhyiddin akan menawarkan opsi, termasuk mengundurkan diri, membubarkan parlemen dan pemerintahan minoritas," ungkap seorang pejabat.

Baca juga: Diare, PM Malaysia Dirawat di Rumah Sakit

Pemilihan harus diadakan dalam waktu 60 hari, jika parlemen dibubarkan. Diketahui, Malaysia tengah mengalami gelombang covid-19 paling mematikan. Apabila Muhyiddin mundur, wakilnya Ismail Sabri Yaakob akan diusulkan sebagai PM Malaysia sementara. Setidaknya sampai Raja menetapkan pemimpin politik yang dapat memimpin mayoritas parlemen.

Kubu UMNO yang sejauh ini mengabaikan arahan presiden partai Ahmad Zahid Hamidi untuk keluar dari PN, menginginkan seorang kandidat dari barisan mereka untuk menggantikan Muhyiddin. PM dinilai gagal menopang dukungan bagi pemerintahannya, setelah tawarannya tentang konsesi kepada partai saingan ditolak mentah-mentah.

Selain 15 anggota parlemen UMNO di kubu Zahid, ada 17 anggota lainnya di berbagai partai oposisi, yang sebagian besar tetap setia kepada mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad. Jika 38 anggota parlemen UMNO bersatu di belakang kandidat baru, mereka bersama partai berkuasa lainnya, akan dipulihkan dengan 115 anggota parlemen di legislatif.(StraitsTimes/OL-11)
 

BERITA TERKAIT