10 August 2021, 10:14 WIB

Korsel-AS Lanjutkan Latihan Militer Bersama, Korut Lontarkan Ancaman


Nur Aivanni |

KOREA Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) akan menghadapi ancaman keamanan yang lebih besar jika melanjutkan latihan militer bersama yang dijadwalkan yang akan dimulai pekan ini.

Pernyataan tersebut disampaikan Kim Yo-jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un pada Selasa (10/8).

Korsel dan AS akan memulai latihan militer awal pada Selasa (10/8), lapor kantor berita Yonhap pada Senin (9/8), meskipun Korut memperingatkan bahwa latihan tersebut akan menghambat kemajuan dalam meningkatkan hubungan antar-Korea.

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita negara KCNA, Kim Yo Jong mengatakan latihan itu adalah tindakan yang tidak diinginkan dan merusak diri sendiri yang mengancam rakyat Korea Utara dan meningkatkan ketegangan di semenanjung Korea.

"Amerika Serikat dan Korea Selatan akan menghadapi ancaman keamanan yang lebih serius dengan mengabaikan peringatan berulang kami untuk melanjutkan latihan perang yang berbahaya," katanya.

Dia menuduh Korsel melakukan sikap yang tidak dapat dipercaya karena melanjutkan latihan tak lama setelah hotline antara Pyongyang dan Seoul dihubungkan kembali dalam upaya untuk meredakan ketegangan.

Adapun reaksi Korut terhadap latihan tersebut, yakni mengancam akan membatalkan upaya Presiden Korsel Moon Jae-in untuk membuka kembali kantor penghubung bersama yang diledakkan Pyongyang tahun lalu dan untuk mengadakan pertemuan puncak sebagai bagian dari upaya untuk memulihkan hubungan.

Kementerian Pertahanan Korsel, pada Senin (9/8), mengatakan bahwa waktu, skala dan formasi latihan itu belum selesai. Pasukan AS Korea pun menolak berkomentar mengenai hal tersebut. (Straits Times/Nur/OL-09)

BERITA TERKAIT